Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Sabtu, 25 Juni 2011

    SUYANTO TERIMA SETYALENCANA PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

     

    2505Sekali lagi prestasi pembangunan Kabupaten Jombang mendapatkan pengakuan di level nasional. Bersama empat Bupati dan Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur, Bupati Jombang Suyanto menerima Setyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan itu sendiri dlakukan di sela kegiatan PENAS ke 13 Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kaltim.
    Bupati Jombang menerima penghargaan itu sebagai apresiasi atas  komitmennya dalam membangun sektor pertanian melalui pemberdayaan pertanian organic dan kemandirian petani dalam memproduksi pupuk organic. “ Penghargaan ini  merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan resmi dari pemerintah atas kerja keras para petani, kelompoktani dan aparatur Kabupaten Jombang,” ujar Suyanto.
    Sebagaimana diketahui sejak 2007 Kabupaten Jombang getol membangun pertanian melalui pemberdayaan pertanian organic. Kelompoktani dilatih untuk membuat dan mengaplikasikan MOL (Mikroorganisme LOkal), Pesnab (Pestisida Nabati) dan berbagai bahan-bahan local untuk menyuburkan tanamannya. Selain peningkatan kualitas SDM, pembangunan pertanian berkelanjutan di Jombang juga dilakukan melalui upaya penguatan kelembagaan. Berbagai kelembagaan seperti IPPHTI (Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia) AP3O (Asosiasi Petani Pengembang Pupuk Organik) diperankan maksimal untuk mendorong kegiatan pertanian ramah lingkungan. “ Saya senang sekaligus bangga dengan para petani dan kelompoktani yang mampu memproduksi pupuk yang digunakan. Ini adalah bentuk kemandirian sebagai warga,” terang Bupati Suyanto  beberapa saat setelah menerima penghargaan.
    Suyanto berharap apa yang telah dilakukan petani dalam menyediakan sarana produksi dalam bentuk pupuk organic semakin ditingkatkan kualitasnya. Para petugas juga supaya semakin intens dalam melakukan pendampingan kepada kelompoktani. “Penghargaan yang kita terima harus menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja, “ ujar Suyanto.
    Penerimaan penghargaan itu sendiri melengkapi sukses Suyanto dan KTNA Jatim memboyong PENAS ke 14 di Jawa Timur pada tahun 2014. “Bukti kita layak mendapatkan penghargaan ini akan disaksikan oleh para peserta PENAS 14 di Jatim Nanti. Mereka akan kita ajak belajar secara langsung di lapang bersama para kelompoktani. Tidak sekedar temuwicara di kelas,“ pungkas Bupati yang juga Ketua KTNA Jatim itu. (Akhmad Jani - Disperta untuk Humas)

    SUYANTO TERIMA SETYALENCANA PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

     

    2505Sekali lagi prestasi pembangunan Kabupaten Jombang mendapatkan pengakuan di level nasional. Bersama empat Bupati dan Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur, Bupati Jombang Suyanto menerima Setyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan itu sendiri dlakukan di sela kegiatan PENAS ke 13 Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kaltim.
    Bupati Jombang menerima penghargaan itu sebagai apresiasi atas  komitmennya dalam membangun sektor pertanian melalui pemberdayaan pertanian organic dan kemandirian petani dalam memproduksi pupuk organic. “ Penghargaan ini  merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan resmi dari pemerintah atas kerja keras para petani, kelompoktani dan aparatur Kabupaten Jombang,” ujar Suyanto.
    Sebagaimana diketahui sejak 2007 Kabupaten Jombang getol membangun pertanian melalui pemberdayaan pertanian organic. Kelompoktani dilatih untuk membuat dan mengaplikasikan MOL (Mikroorganisme LOkal), Pesnab (Pestisida Nabati) dan berbagai bahan-bahan local untuk menyuburkan tanamannya. Selain peningkatan kualitas SDM, pembangunan pertanian berkelanjutan di Jombang juga dilakukan melalui upaya penguatan kelembagaan. Berbagai kelembagaan seperti IPPHTI (Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia) AP3O (Asosiasi Petani Pengembang Pupuk Organik) diperankan maksimal untuk mendorong kegiatan pertanian ramah lingkungan. “ Saya senang sekaligus bangga dengan para petani dan kelompoktani yang mampu memproduksi pupuk yang digunakan. Ini adalah bentuk kemandirian sebagai warga,” terang Bupati Suyanto  beberapa saat setelah menerima penghargaan.
    Suyanto berharap apa yang telah dilakukan petani dalam menyediakan sarana produksi dalam bentuk pupuk organic semakin ditingkatkan kualitasnya. Para petugas juga supaya semakin intens dalam melakukan pendampingan kepada kelompoktani. “Penghargaan yang kita terima harus menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja, “ ujar Suyanto.
    Penerimaan penghargaan itu sendiri melengkapi sukses Suyanto dan KTNA Jatim memboyong PENAS ke 14 di Jawa Timur pada tahun 2014. “Bukti kita layak mendapatkan penghargaan ini akan disaksikan oleh para peserta PENAS 14 di Jatim Nanti. Mereka akan kita ajak belajar secara langsung di lapang bersama para kelompoktani. Tidak sekedar temuwicara di kelas,“ pungkas Bupati yang juga Ketua KTNA Jatim itu. (Akhmad Jani - Disperta untuk Humas)

    Kamis, 23 Juni 2011

    22 Bulan Rohman Rohim, 100 Dokter, 17 Jam Operasi

     

    IMG_0013Pemisahan Rohman – Rohim, bayi kembar siam dempet pinggul asal Jombang sungguh menyita perhatian public. Bagaimana tidak, kedua bayi anak pasangan Anis Mulyo dan Supinah asal Gondek Mojowarno ini hanya memiliki satu alat kelamin dengan kondisi ginjal juga dempet.

    Tim dokter dari RSUD Dr.Soetomo yang berjumlah 100 orang kemudian menyusun perencanaan operasi pemisahan. Kasus Rohman Rohim terbilang langka, meski tak sedikit kasus bayi kembar dempet seperti mereka. Agus Harianto,SpAK Ketua Tim dokter penanganan Rohman Rohim juga mengakui hal tersebut.

    “Awalnya kami berdiskusi dengan beberapa dokter bedah internasional di beberapa negara,” tegas dokter spesialis anak ini. Sebelum mengoperasi Rohman Rohim, tim dokter sempat berkonsultasi dengan Prof.Lewis Spitz dari United Kingdom atau Inggris Raya. Kemudian dengan beberapa dokter ahli bedah lain di Capetown, Afrika Selatan, dua dokter bedah di Belanda dan di Kopenhagen.

    Setelah melakukan beberapa diskusi, akhirnya pada 9 April 2011 dilangsungkan operasi pemisahan. Tepat pukul 09.00 WIB pagi, tim dokter memulai operasi dan 17 jam sesudahnya Rohman Rohim berhasil dipisahkan. Hal ini maju dari perkiraan waktu semula yang diprediksi selama 27 jam operasi.

    Akhirnya, alat kelamin diberikan kepada Rohim karena alasan kesehatan. Tubuh Rohim dinilai lebih pas menerima alat kelamin yang hanya satu tersebut. Bahkan, alat kelamin Rohim yang berhasil dipisah pada bulan April lalu sudah mulai berfungsi. Ini menandakan bahwa syaraf kelamin Rohim berfungsi dengan baik. Sementara saudaranya, Rohman mengunakan alat bantu untuk buang air kecil.

    Agus Harianto bahkan sempat bercerita bahwa salah seorang ahli bedah dari Amerika menyarankan untuk membuatkan Rohman alat kelamin wanita. “Ini yang tidak kami lakukan, namanya kan melanggar kodrat, laki-laki tulen kok diubah jadi wanita,”tuturnya.

    Saat ini, Rohman Rohim telah diserahterimakan kepada pihak keluarga dengan pengawasan lanjutan yang dilakukan RSUD Dr Soetomo dan RSUD Jombang. Usia Rohman dan Rohim yang menginjak 22 bulan telah melewati masa-masa kritis selama 17 jam di meja operasi bersama 100 orang dokter banyak disorot media nasional bahkan luar negeri. Satu lagi peristiwa besar di kota santri yang tercatat oleh sejarah. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 23 Juni 2011

    Tim Liputan SJAM

    22 Bulan Rohman Rohim, 100 Dokter, 17 Jam Operasi

     

    IMG_0013Pemisahan Rohman – Rohim, bayi kembar siam dempet pinggul asal Jombang sungguh menyita perhatian public. Bagaimana tidak, kedua bayi anak pasangan Anis Mulyo dan Supinah asal Gondek Mojowarno ini hanya memiliki satu alat kelamin dengan kondisi ginjal juga dempet.

    Tim dokter dari RSUD Dr.Soetomo yang berjumlah 100 orang kemudian menyusun perencanaan operasi pemisahan. Kasus Rohman Rohim terbilang langka, meski tak sedikit kasus bayi kembar dempet seperti mereka. Agus Harianto,SpAK Ketua Tim dokter penanganan Rohman Rohim juga mengakui hal tersebut.

    “Awalnya kami berdiskusi dengan beberapa dokter bedah internasional di beberapa negara,” tegas dokter spesialis anak ini. Sebelum mengoperasi Rohman Rohim, tim dokter sempat berkonsultasi dengan Prof.Lewis Spitz dari United Kingdom atau Inggris Raya. Kemudian dengan beberapa dokter ahli bedah lain di Capetown, Afrika Selatan, dua dokter bedah di Belanda dan di Kopenhagen.

    Setelah melakukan beberapa diskusi, akhirnya pada 9 April 2011 dilangsungkan operasi pemisahan. Tepat pukul 09.00 WIB pagi, tim dokter memulai operasi dan 17 jam sesudahnya Rohman Rohim berhasil dipisahkan. Hal ini maju dari perkiraan waktu semula yang diprediksi selama 27 jam operasi.

    Akhirnya, alat kelamin diberikan kepada Rohim karena alasan kesehatan. Tubuh Rohim dinilai lebih pas menerima alat kelamin yang hanya satu tersebut. Bahkan, alat kelamin Rohim yang berhasil dipisah pada bulan April lalu sudah mulai berfungsi. Ini menandakan bahwa syaraf kelamin Rohim berfungsi dengan baik. Sementara saudaranya, Rohman mengunakan alat bantu untuk buang air kecil.

    Agus Harianto bahkan sempat bercerita bahwa salah seorang ahli bedah dari Amerika menyarankan untuk membuatkan Rohman alat kelamin wanita. “Ini yang tidak kami lakukan, namanya kan melanggar kodrat, laki-laki tulen kok diubah jadi wanita,”tuturnya.

    Saat ini, Rohman Rohim telah diserahterimakan kepada pihak keluarga dengan pengawasan lanjutan yang dilakukan RSUD Dr Soetomo dan RSUD Jombang. Usia Rohman dan Rohim yang menginjak 22 bulan telah melewati masa-masa kritis selama 17 jam di meja operasi bersama 100 orang dokter banyak disorot media nasional bahkan luar negeri. Satu lagi peristiwa besar di kota santri yang tercatat oleh sejarah. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 23 Juni 2011

    Tim Liputan SJAM