Popular Post
- Prestasi membanggakan kembali diraih Bupati Jombang Drs. H. Suyanto MM yang telah terpilih sebagai salah satu kepala daerah di Indonesia y...
- Kasus kekerasan perempuan di Kabupaten Jombang di tahun 2011 menunjukkan angka yang cukup tinggi, yakni 81 kasus. Kenyataan itu berda...
- Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) , Agung Laksono meresmikan sarana prasarana (sarpras) yang ada di kawasan mak...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
- Bupati Suyanto Nomer 3 dari kiri Bersama Tim Verifikasi Parasamya Penghargaan tertinggi di bidang pemerintahan, Parasamya Purna Karya...
- Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Disporabudpar bersama Perwosi ( Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Jombang, PKK, Dharma Wani...
- Bupati Jombang Suyanto melakukan penanaman pohon bersama dengan wartawan di kawasan Pasar Buah, Jalan Hayam Wuruk, Jumat (16/3/2012). Kegia...
Pengunjung
ARSIP
-
▼
2011
(338)
-
▼
Juni
(12)
- SUYANTO TERIMA SETYALENCANA PEMBANGUNAN PEMBERDAYA...
- SUYANTO TERIMA SETYALENCANA PEMBANGUNAN PEMBERDAYA...
- 22 Bulan Rohman Rohim, 100 Dokter, 17 Jam Operasi
- 22 Bulan Rohman Rohim, 100 Dokter, 17 Jam Operasi
- SMP N 1 Diwek Gelar Kirab Adiwiyata
- SMP N 1 Diwek Gelar Kirab Adiwiyata
- Inilah Sebabnya Jombang Gagal Raih Adipura
- Inilah Sebabnya Jombang Gagal Raih Adipura
- Letkol Inf. Boby Rinal Makmun Pindah Tugas
- Letkol Inf. Boby Rinal Makmun Pindah Tugas
- Indikator Perhubungan Dinilai Berhasil
- Indikator Perhubungan Dinilai Berhasil
-
▼
Juni
(12)



22 Bulan Rohman Rohim, 100 Dokter, 17 Jam Operasi
Pemisahan Rohman – Rohim, bayi kembar siam dempet pinggul asal Jombang sungguh menyita perhatian public. Bagaimana tidak, kedua bayi anak pasangan Anis Mulyo dan Supinah asal Gondek Mojowarno ini hanya memiliki satu alat kelamin dengan kondisi ginjal juga dempet.
Tim dokter dari RSUD Dr.Soetomo yang berjumlah 100 orang kemudian menyusun perencanaan operasi pemisahan. Kasus Rohman Rohim terbilang langka, meski tak sedikit kasus bayi kembar dempet seperti mereka. Agus Harianto,SpAK Ketua Tim dokter penanganan Rohman Rohim juga mengakui hal tersebut.
“Awalnya kami berdiskusi dengan beberapa dokter bedah internasional di beberapa negara,” tegas dokter spesialis anak ini. Sebelum mengoperasi Rohman Rohim, tim dokter sempat berkonsultasi dengan Prof.Lewis Spitz dari United Kingdom atau Inggris Raya. Kemudian dengan beberapa dokter ahli bedah lain di Capetown, Afrika Selatan, dua dokter bedah di Belanda dan di Kopenhagen.
Setelah melakukan beberapa diskusi, akhirnya pada 9 April 2011 dilangsungkan operasi pemisahan. Tepat pukul 09.00 WIB pagi, tim dokter memulai operasi dan 17 jam sesudahnya Rohman Rohim berhasil dipisahkan. Hal ini maju dari perkiraan waktu semula yang diprediksi selama 27 jam operasi.
Akhirnya, alat kelamin diberikan kepada Rohim karena alasan kesehatan. Tubuh Rohim dinilai lebih pas menerima alat kelamin yang hanya satu tersebut. Bahkan, alat kelamin Rohim yang berhasil dipisah pada bulan April lalu sudah mulai berfungsi. Ini menandakan bahwa syaraf kelamin Rohim berfungsi dengan baik. Sementara saudaranya, Rohman mengunakan alat bantu untuk buang air kecil.
Agus Harianto bahkan sempat bercerita bahwa salah seorang ahli bedah dari Amerika menyarankan untuk membuatkan Rohman alat kelamin wanita. “Ini yang tidak kami lakukan, namanya kan melanggar kodrat, laki-laki tulen kok diubah jadi wanita,”tuturnya.
Saat ini, Rohman Rohim telah diserahterimakan kepada pihak keluarga dengan pengawasan lanjutan yang dilakukan RSUD Dr Soetomo dan RSUD Jombang. Usia Rohman dan Rohim yang menginjak 22 bulan telah melewati masa-masa kritis selama 17 jam di meja operasi bersama 100 orang dokter banyak disorot media nasional bahkan luar negeri. Satu lagi peristiwa besar di kota santri yang tercatat oleh sejarah. (Dedi_SJAM)
Jombang, 23 Juni 2011
Tim Liputan SJAM


0 komentar:
Posting Komentar