Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Senin, 17 September 2012
TKPSDA WS Jeneberang Makasar Study Banding Ke Kabupaten Jombang
Keberhasilan Kabupaten Jombang dalam menggerakkan program penanggulangan dan pelestarian tanggul Brantas berbasis partisipatif dan pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat disepanjang daerah aliran sungai Brantas dilirik oleh TKPSDA WS (Tim Koordinasi Pegelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai ) JENEBERANG Makasar Provinsi Sulawesi Selatan.
Rombongan sebanyak 50 orang dari TKPSDA WS Jeneberang yang dipimpin oleh Abdurahman itu memilih Kabupaten Jombang sebagai tujuan kunjungan kerjanya. Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Jombang Drs. Widjono Soeparno Msi, didampingi Drs. Purwanto MKP Kepala BPMPD dan Kepala Satpol PP. Drs. Mas’ud Msi di aula kantor BPMPD Jombang. “Di Jawa Timur ini, diantara Kabupaten yang dialiri Sungai Brantas kami ingin melihat dan belajar bagaimana pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Jombang”, tutur Abdurahman. Diungkapkan oleh Abdurahman, bahwa nama sungai Jeneberang itu artinya Golok yang tajam. Sungai Jeneberang dengan panjang 75 km dengan luas Daerah Aliran Sungai 727 Km2 bersumber dari Gunung Bawakaraeng pada elevasi +2.833,00 MSL “Kami ingin melakukan pelestarian waduk Bili Bili yang kami miliki, serta dapat mengelolahnya lebih optimal bagi kemaslahatan masyarakat disana”, tuturnya
Dalam kesempatan tersebut dipaparkan oleh Purwanto, Kepala BPMPD bagaimana komitmen dan sinergitas antara para pemimpin pemerintah Kabupaten Jombang, baik dari Forum Pimpinan Daerah, Muspika juga tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam melakukan penyelamatan tanggul Brantas juga pemberdayaan masyarakat di sekitar daerah aliran sungai Brantas. Dimana di sepanjang 42 km aliran Das Brantas diwilayah Kabupaten Jombang ini ada 8 Kecamatan dan 35 desa.
Data tahun 2009 ada 362 galangan, 146 ponton, 362 jumlah penambang pasir dan 386 perahu di Das Brantas Jombang. Tapi dengan upaya dan ketegasan serta komitmen pemerintah Kabupaten Jombang dan mayarakat dalam upaya penyelamatan lingkungan dialiran Das Brantas kini angka tersebut nihil. “Berbagai strategi telah dilakukan baik secara persuasive, hingga represiv telah dilakukan secara sinergi dan ini berbasis pertisipasi langsung dari masyarakat kini anga tersebut nihil ”, tutur Purwanto mantan Camat Ploso.
Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno dalam kesempatan tersebut membenarkan apa yang telah dipaparkan dan disampaikan oleh Purwanto kepala BPMPD terkait Das Brantas. Ditandaskan oleh wakil Bupati Jombang kunci keberhasilan penyelamatan dan pelestarian tanggul Das Brantas dari penambang pasir mekanik adalah adanya komitmen bersama, sinergitas, juga kecerdasan dan kesadaran masyarakat di Das Brantas dan sekitarnya. Diungkapkannya bahwa dengan keberhasilan kegiatan dan program jogo tanggul ini, Kabupaten Jombang pada 2012 ini mendapat apresiasi Brantas Award. “Kini kita tengah melakukan pemberdayaan ekonomi untuk kelompok masyarakatnya, malah saat ini kalau ada penambang pasir mekanik justru wargalah yang bergerak meng halau mereka”, tutur Widjono Soeparno.
Dalam pertemuan tersebut juga berlangsung dialog tanya jawab secara mendalam. Pertemuan dan Tanya jawab diakhiri dengan melihat langsung ke lokasi tanggul Brantas yang ada di Tanggung Kramat, Ploso. Setelah dari kabupaten Jombang perjalanan akan dilanjutkan ke Malang dan Surabaya. (Wati_SJAM)
Jombang, 17 September 2012
AM 792 Khz Radio Suara Jombang
TKPSDA WS Jeneberang Makasar Study Banding Ke Kabupaten Jombang
Keberhasilan
Kabupaten Jombang dalam menggerakkan program penanggulangan dan pelestarian tanggul Brantas berbasis partisipatif dan pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat disepanjang daerah aliran sungai Brantas dilirik oleh TKPSDA WS (Tim Koordinasi Pegelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai ) JENEBERANG Makasar Provinsi Sulawesi Selatan.
Rombongan sebanyak 50
orang dari TKPSDA WS Jeneberang yang dipimpin
oleh Abdurahman itu memilih Kabupaten Jombang sebagai tujuan
kunjungan kerjanya. Rombongan diterima
oleh Wakil Bupati Jombang Drs. Widjono Soeparno Msi, didampingi Drs. Purwanto MKP Kepala BPMPD dan Kepala
Satpol PP. Drs. Mas’ud Msi di aula kantor BPMPD Jombang. “Di
Jawa Timur ini, diantara Kabupaten yang dialiri Sungai Brantas kami ingin melihat dan belajar bagaimana
pengelolaan sumber daya air di Kabupaten
Jombang”, tutur Abdurahman. Diungkapkan oleh Abdurahman, bahwa nama sungai Jeneberang itu artinya Golok yang tajam. Sungai Jeneberang dengan panjang 75 km dengan
luas Daerah Aliran Sungai 727 Km2
bersumber dari Gunung Bawakaraeng pada elevasi +2.833,00 MSL “Kami ingin
melakukan pelestarian waduk Bili Bili yang kami miliki, serta dapat mengelolahnya
lebih optimal bagi kemaslahatan masyarakat disana”, tuturnya
Dalam kesempatan
tersebut dipaparkan oleh Purwanto, Kepala BPMPD bagaimana komitmen dan
sinergitas antara para pemimpin pemerintah Kabupaten Jombang, baik dari Forum Pimpinan Daerah, Muspika juga tokoh
masyarakat dan tokoh agama dalam melakukan penyelamatan tanggul Brantas juga
pemberdayaan masyarakat di sekitar daerah
aliran sungai Brantas. Dimana di sepanjang 42 km aliran Das Brantas diwilayah Kabupaten
Jombang ini ada 8 Kecamatan dan 35 desa.
Data tahun 2009 ada 362
galangan, 146 ponton, 362 jumlah penambang pasir dan 386 perahu di Das Brantas
Jombang. Tapi dengan upaya dan ketegasan
serta komitmen pemerintah Kabupaten Jombang dan mayarakat dalam upaya
penyelamatan lingkungan dialiran Das Brantas kini angka tersebut nihil. “Berbagai strategi telah dilakukan baik secara
persuasive, hingga represiv telah dilakukan secara sinergi dan ini berbasis pertisipasi langsung dari masyarakat kini anga tersebut nihil ”, tutur
Purwanto mantan Camat Ploso.
Wakil Bupati Jombang
Widjono Soeparno dalam kesempatan tersebut membenarkan apa yang telah dipaparkan
dan disampaikan oleh Purwanto kepala BPMPD terkait Das Brantas. Ditandaskan
oleh wakil Bupati Jombang kunci keberhasilan penyelamatan dan pelestarian tanggul
Das Brantas dari penambang pasir mekanik adalah adanya komitmen bersama, sinergitas, juga kecerdasan dan kesadaran masyarakat di
Das Brantas dan sekitarnya.
Diungkapkannya bahwa dengan keberhasilan kegiatan dan program jogo tanggul ini,
Kabupaten Jombang pada 2012 ini mendapat apresiasi Brantas Award. “Kini kita
tengah melakukan pemberdayaan ekonomi untuk kelompok masyarakatnya, malah saat ini kalau ada penambang pasir mekanik justru wargalah
yang bergerak meng halau mereka”, tutur Widjono Soeparno.
Dalam pertemuan
tersebut juga berlangsung dialog tanya jawab
secara mendalam. Pertemuan dan Tanya jawab diakhiri dengan melihat langsung ke
lokasi tanggul Brantas yang ada di Tanggung Kramat, Ploso. Setelah dari
kabupaten Jombang perjalanan akan dilanjutkan ke Malang dan Surabaya. (Wati_SJAM)
Jombang, 17 September
2012
AM 792 Khz Radio Suara Jombang
Jumat, 14 September 2012
Bantul Belajar Optimalisasi Dan Efisiensi APBD Ke Jombang
Jajaran Pemerintah kabupaten Bantul dipimpin langsung oleh Hj. Sri Surya Widati Bupati Bantul study banding di Kabupaten Jombang . Kedatangan Bupati Bantul bersama dengan sekretaris daerah Bantul, Riyantono dan 40 orang SKPD dilingkup pemkab Bantul diterima oleh Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno, sekdakab Jombang Munif Kusnan, asisten dan jajaran kepala SKPD dilingkup pemkab Jombang , diruang Suroadiningrat pada, Kamis 13 September 2012 .
Diungkapkan oleh Bupati Bantul, bahwa kabupaten Bantul yang memiliki luas wilayah 506, 84 km persegi, terdiri dari 17 kecamatan, 75 desa dan 933 dusun. Dimana jumlah penduduknya 1.027. 016 jiwa dengan rincian laki-laki berjumlah 508.510 jiwa dan perempuan 518 506 jiwa. Salah satu prioritas pembangunan di kabupaten Bantul adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang empatik dan bertanggungjawab, pengentasan kemiskinan dan penanganan desa tertinggal, pendidikan, kesehatan, pertanian dalam arti luas.
Fokus study banding pemerintah kabupaten Bantul ke Jombang adalah dalam rangka optimalisasi dan efisiensi APBD. ““Kedatangan kami ke Kabupaten Jombang adalah ngangsuh kaweruh sekaligus bersilaturahmi, khususnya terkait dengan bagaimana optimalisasi dan efisiensi penggunaan anggaran terutama di belanja pegawai”, tutur Sri Surya Widati
Disampaikan oleh Widjono Soeparno,wakil Bupati Jombang bahwa terkait optimalisasi dan efisiensi APBD di kabupaten Jombang tentu saja didukung dari sisi kelembagaan di kabupaten Jombang. Pada kesempatan tersebut, Kepala DPPKAD Drg. Budi Nugroho MPPM menyampaikan pemaparan pendapatan pengelolaan keuangan dan asset daerah kabupaten Jombang. Mengawali pemaparannya , mantan wadir RSUD Jombang ini mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugasnya di DPPKAD telah diawali dengan menata diinternal DPPKAD yakni dengan Krido MANTAP (Melayani, Amanah, Netral, Tanggap, Akuntabel dan Profesional) dan sudah ber ISO. Diinformasikan juga oleh Budi Nugroho bahwa sejak tahun 2009 hingga sekarang Kabupaten Jombang termasuk dari 50 kabupaten di Indonesia yang memiliki kinerja pengelolaan keuangan terbaik. Dalam pertemuan tersebut diakhiri dengan tanya jawab yang dipimpin langsung oleh wakil bupati Jombang.(Wati_SJAM)
Jombang, 13 September 2012
Radio Suara Jombang AM 792KHz
Bantul Belajar Optimalisasi Dan Efisiensi APBD Ke Jombang
Jajaran Pemerintah kabupaten Bantul dipimpin langsung oleh Hj. Sri Surya Widati Bupati Bantul study banding di Kabupaten Jombang . Kedatangan Bupati Bantul bersama dengan sekretaris daerah Bantul, Riyantono dan 40 orang SKPD dilingkup pemkab Bantul diterima oleh Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno, sekdakab Jombang Munif Kusnan, asisten dan jajaran kepala SKPD dilingkup pemkab Jombang , diruang Suroadiningrat pada, Kamis 13 September 2012 .
Diungkapkan oleh Bupati Bantul, bahwa kabupaten Bantul yang memiliki luas
wilayah 506, 84 km persegi, terdiri dari
17 kecamatan, 75 desa dan
933 dusun. Dimana jumlah penduduknya 1.027. 016 jiwa dengan rincian laki-laki berjumlah 508.510 jiwa dan perempuan 518 506 jiwa. Salah satu prioritas
pembangunan di kabupaten Bantul adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang empatik dan
bertanggungjawab, pengentasan kemiskinan dan penanganan desa tertinggal,
pendidikan, kesehatan, pertanian dalam arti luas.
Fokus study banding pemerintah kabupaten Bantul
ke Jombang adalah dalam rangka optimalisasi dan efisiensi APBD. ““Kedatangan
kami ke Kabupaten Jombang adalah
ngangsuh kaweruh sekaligus bersilaturahmi, khususnya terkait dengan
bagaimana optimalisasi dan efisiensi penggunaan anggaran terutama di belanja
pegawai”, tutur Sri Surya Widati
Disampaikan oleh Widjono Soeparno,wakil Bupati
Jombang bahwa terkait optimalisasi dan efisiensi APBD di kabupaten Jombang
tentu saja didukung dari sisi kelembagaan di kabupaten Jombang. Pada kesempatan tersebut, Kepala DPPKAD Drg.
Budi Nugroho MPPM menyampaikan pemaparan pendapatan pengelolaan keuangan dan
asset daerah kabupaten Jombang.
Mengawali pemaparannya , mantan wadir RSUD Jombang ini mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugasnya di DPPKAD telah diawali
dengan menata diinternal DPPKAD yakni dengan Krido MANTAP (Melayani, Amanah,
Netral, Tanggap, Akuntabel dan Profesional) dan sudah ber ISO. Diinformasikan juga oleh Budi Nugroho
bahwa sejak tahun 2009 hingga sekarang Kabupaten Jombang termasuk dari 50 kabupaten di Indonesia yang memiliki
kinerja pengelolaan keuangan terbaik. Dalam
pertemuan tersebut diakhiri dengan tanya jawab yang dipimpin langsung oleh
wakil bupati Jombang.(Wati_SJAM)
Jombang, 13 September
2012
Radio Suara Jombang AM 792KHz
Langganan:
Postingan
(Atom)




