Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Selasa, 10 Juli 2012
Jombang Tuan Rumah Harkop Jatim Ke 65 Tahun 2012
Gawe besar dari para insan koperasi di Kabupaten Jombang ini dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Dr Syarief Hasan beserta Ibu Inggrid Kansil, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum, Bupati Jombang, anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim Dr Ir H RB Fattah Jasin MS, Ketua dekopinwil Jatim dan sejumlah pejabat pemprov Jatim dan pemkab Jombang.
Dijelaskan oleh Fattah, Jatim selama ini telah menjadi provinsi lokomotif gerakan koperasi di Indonesia. Itu tak lepas dari peranan stakeholders di level provinsi dan kab/kota yang terus mendorong pendirian koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa. Hasilnya, kontribusi koperasi dan UMKM dalam PDRB Jatim cukup fantastis.
Pada 2011, kontribusi sektor ini mencapai 57% dari PDRB Jatim sebesar Rp 884 triliun.
"Sumbangan koperasi dan UMKM pada perekonomian Jatim sangat besar, mencapai lebih Rp 600 triliun. Semua pihak harus terus mengamankan kontribusi yang cukup besar ini terhadap perekonomian Jatim melalui event tahunan ini," katanya.
Dalam puncak acara Harkop ke-65 di Jombang yang bertema 'Koperasi Mandiri, Rakyat Sejahtera', juga diserahkan berbagai penghargaan lomba-lomba. Di antaranya penghargaan Koperasi Berprestasi, penghargaan Lomba Karya Tulis, penghargaan Berpacu dalam Koperasi untuk tingkat SMA. Selain itu juga digelar Pasar Rakyat plus pameran Gelar Potensi Jombang (GPJ), dan kontes ternak di Alun-alun serta kegiatan Koperasi Peduli berupa pemberian 3.000 paket sembako gratis senilai Rp 40 ribu di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh.
Bantuan juga diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI dan bantuan dari Gubernur Jatim di antaranya kepada 10 Kopontren, 10 Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) dan 10 Kopwan bentukan pada 2010 yang berkinerja baik berdasar penilaian hingga 2012 oleh tim penilai dari berbagai universitas.
Sementara itu Ketua Dekopinwil Jatim Mardjito menyambut baik puncak Harkop ke-65 di Jatim dilakukan pada 5 hingga 12 Juli 2012 di Kabupaten Jombang. Di antaranya ada Jambore Koperasi yang digelar mulai 5-8 Juli di Bumi Perkemahan Sumberboto, Kec Mojowarno. Sebanyak 580 orang siswa SMA, SMK, MA se-Jatim mengikuti kegiatan tersebut. "Dengan Jambore Koperasi ini diharapkan mampu melahirkan insan-insan koperasi dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai ideologi koperasi," katanya.
Selain itu juga digelar Jalan Sehat pada 7 Juli di Alun-alun Kab Jombang dengan peserta sekitar 15 ribu orang. Di hari yang sama juga ada Sarasehan Koperasi dengan tema 'Revitalisasi Kelembagaan Koperasi di Sektor Agribisnis untuk Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Tambah Produk Pertanian Jatim ' di Pendopo Kab Jombang dengan peserta 200 orang. Peserta sarasehan adalah instansi terkait tingkat provinsi dan Kab Jombang, pengurus koperasi binaan provinsi dan Kab Jombang, Dekopinwil, Dekopinda se-Jatim.
Gubernur Jatim, Soekarwo dalam sambutannya menjelaskan, perkembangan koperasi di Jatim cukup dinamis. Saat ini di Jatim terdapat 29.150 koperasi. Jumlah tersebut meningkat 25 persen dari tahun 2010. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo meminta bank selektif dalam mengucurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sebab selama ini masih ada nasabah yang masih memiliki tanggungan, namun masih mengajukan lagi. Jjika hal itu terus dilakukan maka bank penyalur akan tenggelam. "Untuk KUR ini saya pesan betul cek agunan yang diajukan, jangan sampai masih memiliki tanggungan 30 persen namun tetap diberi kredit," ujarnya dihadapan ratusan hadirin.
Disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Dr Syarief Hasan bahwa kontribusi dari pegiat koperasi di Jatim telah berhasil menurunkan angka pengangguran di Indonesia semakin menurun yakni menjadi 6,3%. Demikian juga untuk angka kemiskinan. Dari 12,3 % pada Desember 2011. Dan kini pada semester pertama th 2012 menjadi 11, 9 %.
Pada acara tersebut dilakukan juga penandatanganan MOU antara Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim dengan Universitas Ciputra Surabaya serta Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Diakhir acara, sapi-sapi dan kambing yang menjuarai kontes ternak di tampilkan dihadapan para undangan yang hadir. (Wati_SJAM)
Jombang, 8 Juli 2012
LPPL Radio Suara Jombang AM
Jombang Tuan Rumah Harkop Jatim Ke 65 Tahun 2012
Gawe besar dari para insan koperasi di Kabupaten Jombang ini dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Dr Syarief Hasan beserta Ibu Inggrid Kansil, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum, Bupati Jombang, anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim Dr Ir H RB Fattah Jasin MS, Ketua dekopinwil Jatim dan sejumlah pejabat pemprov Jatim dan pemkab Jombang.
Dijelaskan oleh Fattah, Jatim selama ini telah menjadi provinsi lokomotif gerakan koperasi di Indonesia. Itu tak lepas dari peranan stakeholders di level provinsi dan kab/kota yang terus mendorong pendirian koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa. Hasilnya, kontribusi koperasi dan UMKM dalam PDRB Jatim cukup fantastis.
Pada 2011, kontribusi sektor ini mencapai 57% dari PDRB Jatim sebesar Rp 884 triliun.
"Sumbangan koperasi dan UMKM pada perekonomian Jatim sangat besar, mencapai lebih Rp 600 triliun. Semua pihak harus terus mengamankan kontribusi yang cukup besar ini terhadap perekonomian Jatim melalui event tahunan ini," katanya.
Dalam puncak acara Harkop ke-65 di Jombang yang bertema 'Koperasi Mandiri, Rakyat Sejahtera', juga diserahkan berbagai penghargaan lomba-lomba. Di antaranya penghargaan Koperasi Berprestasi, penghargaan Lomba Karya Tulis, penghargaan Berpacu dalam Koperasi untuk tingkat SMA. Selain itu juga digelar Pasar Rakyat plus pameran Gelar Potensi Jombang (GPJ), dan kontes ternak di Alun-alun serta kegiatan Koperasi Peduli berupa pemberian 3.000 paket sembako gratis senilai Rp 40 ribu di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh.
Bantuan juga diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI dan bantuan dari Gubernur Jatim di antaranya kepada 10 Kopontren, 10 Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) dan 10 Kopwan bentukan pada 2010 yang berkinerja baik berdasar penilaian hingga 2012 oleh tim penilai dari berbagai universitas.
Sementara itu Ketua Dekopinwil Jatim Mardjito menyambut baik puncak Harkop ke-65 di Jatim dilakukan pada 5 hingga 12 Juli 2012 di Kabupaten Jombang. Di antaranya ada Jambore Koperasi yang digelar mulai 5-8 Juli di Bumi Perkemahan Sumberboto, Kec Mojowarno. Sebanyak 580 orang siswa SMA, SMK, MA se-Jatim mengikuti kegiatan tersebut. "Dengan Jambore Koperasi ini diharapkan mampu melahirkan insan-insan koperasi dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai ideologi koperasi," katanya.
Selain itu juga digelar Jalan Sehat pada 7 Juli di Alun-alun Kab Jombang dengan peserta sekitar 15 ribu orang. Di hari yang sama juga ada Sarasehan Koperasi dengan tema 'Revitalisasi Kelembagaan Koperasi di Sektor Agribisnis untuk Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Tambah Produk Pertanian Jatim ' di Pendopo Kab Jombang dengan peserta 200 orang. Peserta sarasehan adalah instansi terkait tingkat provinsi dan Kab Jombang, pengurus koperasi binaan provinsi dan Kab Jombang, Dekopinwil, Dekopinda se-Jatim.
Gubernur Jatim, Soekarwo dalam sambutannya menjelaskan, perkembangan koperasi di Jatim cukup dinamis. Saat ini di Jatim terdapat 29.150 koperasi. Jumlah tersebut meningkat 25 persen dari tahun 2010. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo meminta bank selektif dalam mengucurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sebab selama ini masih ada nasabah yang masih memiliki tanggungan, namun masih mengajukan lagi. Jjika hal itu terus dilakukan maka bank penyalur akan tenggelam. "Untuk KUR ini saya pesan betul cek agunan yang diajukan, jangan sampai masih memiliki tanggungan 30 persen namun tetap diberi kredit," ujarnya dihadapan ratusan hadirin.
Disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Dr Syarief Hasan bahwa kontribusi dari pegiat koperasi di Jatim telah berhasil menurunkan angka pengangguran di Indonesia semakin menurun yakni menjadi 6,3%. Demikian juga untuk angka kemiskinan. Dari 12,3 % pada Desember 2011. Dan kini pada semester pertama th 2012 menjadi 11, 9 %.
Pada acara tersebut dilakukan juga penandatanganan MOU antara Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim dengan Universitas Ciputra Surabaya serta Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Diakhir acara, sapi-sapi dan kambing yang menjuarai kontes ternak di tampilkan dihadapan para undangan yang hadir. (Wati_SJAM)
Jombang, 8 Juli 2012
LPPL Radio Suara Jombang AM
Senin, 02 Juli 2012
Bupati Jombang Menerima Anugerah Brantas Award 2012
Dua kepala daerah yakni Bupati Jombang, Suyanto dan Walikota Surabaya yang diwakili Bambang DH wakil walikota Surabayamendapat penghargaan atas dedikasi dan usahanya dalam menyelamatkan aliran Sungai Brantas. Penghargaan tersebut diberikan saat temu serikat pekerja perusahaan pengelolaan dan pemanfaatan air Kali Brantas. Kedua pemimpin daerah di Jawa Timur ini dinilai memiliki kepedulian tinggi pada lingkungan hidup, khususnya kondisi Kali Brantas. Anugerah Brantas Award diserahkan oleh Serikat Pekerja Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I (IKAJATI), Senin, (2/7/2012), di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya.
Brantas Award 2012, adalah sebuah penghargaan tertinggi dari pekerja Perum Jasa Tirta I kepada bupati/walikota di aliran Sungai Brantas yang peduli terhadap kelangsungan Sungai Kali Brantas. Menurut Direksi Perum Jasa Tirta I Syamsul Bahri, pihaknya melihat kepedulian dari dua kepala daerah ini, baik dari Walikota Surabaya, maupun Bupati Jombang terhadap Kali Brantas ini. Pihaknya mencoba menghargai program yang nyata, sinergi dan berkelanjutan kinerjanya.
Khususnya untuk kabupaten Jombang ini, Bupati Suyanto dinilai memiliki keteladanan dan kesungguhan dalam menjaga kelangsungan Kali Brantas, khususnya dalam program Jogo Tanggul. Dimana dalam program tersebut pemkab Jombang berupaya mengurangi aktivitas penambangan pasir liar ataupun kegiatan masyarakat yang berpotensi dapat menurunkan daya fungsi sungai yang meliputi badan sungai, tanggul dan sempadan sungai sebagai upaya untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dengan pendekatan social ekonomi
“ Jadi Kabupaten Jombang mengembangkan pemberdayaan masyarakatnya melalui program jogo tanggul, dan kita sendiri dari Jasa Tirta juga bisa mengembangkan program cepat tanggap," ujar Syamsul Bachri. Dengan adanya anugerah Brantas Award ini diharapkan kedepan semakin memicu semua pihak agar bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan Kali Brantas," tambahnya.
Dipaparkan oleh Bupati Suyanto bahwa program penyelamatan tanggul di sepanjang aliran sungai Brantas diwilayah Kabupaten Jombang adalah berawal dari kegalauan dan kegelisahan melihat kondisi tanggul akibat penambangan pasir liar dengan alat mekanik. Tentu dengan adanya penambangan pasir secara mekanik tersebut akan berdampak pada kerusakan lingkungan, dan terjadinya bencana yang akan ditimbulkan. Berawal dari kegalauan inilah masyarakat secara partisipatif telah melakukan perlawanan dan penolakan adanya penambang pasir mekanik, demi keberlangsungan hidup masyarakat yang ada disepanjang aliran kali Brantas. “Dan saat ini kami tengah mengupayakan untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi mereka”, tutur Bupati Suyanto.
Dengan diterimanya Brantas Award 2012, Bupati Suyanto menuturkan bahwa ini adalah kinerja bersama, sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan perum Jasa Tirta. “Penghargaan ini bukanlah tujuan, akan tetapi apa yang telah kita lakukan selama ini, haruslah dilakukan secara berkelanjutan, bekerja dengan hati dan bersinergi”, tandas Bupati Suyanto.
Kabupaten Jombang telah bersaing dengan 16 pemimpin Kabupaten/Kota yang wilayahnya dilintasi Sungai Berantas. Berdasarkan hasil evaluasi dengan melibatkan dan memperhatikan masukan dari para pakar, pengamat lingkungan dan pengurus wilayah IKAJATI diseluruh aliran kali Brantas, akhirnya hanya Kabupaten Jombang dan kota Surabaya yang berhak menerima Brantas Award 2012. Meskipun anugerah ini merupakan yang pertama, namun tidak menutup kemungkinan akan diberikan tiap tahun, hanya saja tidak hanya diberikan kepada Bupati/Walikota, tetapi juga para tokoh masyarakat. (Wati_SJAM)
Jombang, 2 Juli 2012
Radio Suara Jombang AM
Bupati Jombang Menerima Anugerah Brantas Award 2012
Dua kepala daerah yakni Bupati
Jombang, Suyanto dan Walikota Surabaya yang diwakili Bambang DH wakil walikota Surabaya
mendapat penghargaan atas dedikasi dan usahanya dalam menyelamatkan aliran
Sungai Brantas. Penghargaan tersebut diberikan saat temu serikat pekerja
perusahaan pengelolaan dan pemanfaatan air Kali Brantas. Kedua pemimpin daerah
di Jawa Timur ini dinilai memiliki kepedulian tinggi pada lingkungan hidup,
khususnya kondisi Kali Brantas. Anugerah Brantas Award diserahkan oleh Serikat Pekerja Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I (IKAJATI),
Senin, (2/7/2012), di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya.
Brantas Award 2012, adalah sebuah penghargaan
tertinggi dari pekerja Perum Jasa Tirta I kepada bupati/walikota di aliran
Sungai Brantas yang peduli terhadap kelangsungan Sungai Kali Brantas. Menurut Direksi Perum Jasa Tirta I Syamsul Bahri, pihaknya melihat kepedulian dari dua kepala
daerah ini, baik dari Walikota Surabaya, maupun Bupati Jombang terhadap Kali Brantas ini. Pihaknya mencoba
menghargai program yang nyata,
sinergi dan berkelanjutan kinerjanya.
Khususnya untuk kabupaten Jombang ini, Bupati Suyanto dinilai memiliki keteladanan dan kesungguhan dalam
menjaga kelangsungan Kali Brantas, khususnya dalam program Jogo Tanggul. Dimana
dalam program tersebut pemkab Jombang berupaya mengurangi aktivitas penambangan
pasir liar ataupun kegiatan masyarakat yang berpotensi dapat menurunkan daya
fungsi sungai yang meliputi badan sungai, tanggul dan sempadan sungai sebagai
upaya untuk menjaga kelestarian sungai dan lingkungan dengan melibatkan
partisipasi masyarakat dengan pendekatan social ekonomi
“ Jadi Kabupaten Jombang mengembangkan pemberdayaan masyarakatnya melalui program jogo tanggul, dan
kita sendiri dari Jasa Tirta juga bisa mengembangkan program cepat
tanggap," ujar Syamsul
Bachri. Dengan
adanya anugerah Brantas Award ini
diharapkan kedepan semakin memicu semua pihak
agar bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan Kali Brantas,"
tambahnya.
Dipaparkan oleh Bupati Suyanto bahwa program
penyelamatan tanggul di sepanjang aliran sungai Brantas diwilayah Kabupaten Jombang adalah berawal dari
kegalauan dan kegelisahan melihat kondisi tanggul akibat penambangan pasir liar dengan alat mekanik. Tentu dengan adanya penambangan pasir secara
mekanik tersebut akan berdampak pada kerusakan
lingkungan, dan terjadinya bencana yang akan ditimbulkan. Berawal dari
kegalauan inilah masyarakat secara partisipatif telah melakukan perlawanan dan penolakan
adanya penambang pasir mekanik, demi keberlangsungan hidup masyarakat yang ada
disepanjang aliran kali Brantas. “Dan
saat ini kami tengah mengupayakan untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi
mereka”, tutur Bupati Suyanto.
Dengan diterimanya Brantas Award 2012, Bupati Suyanto
menuturkan bahwa ini adalah kinerja bersama, sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan perum Jasa Tirta. “Penghargaan
ini bukanlah tujuan, akan tetapi apa yang telah kita lakukan selama ini,
haruslah dilakukan secara berkelanjutan, bekerja dengan hati dan bersinergi”,
tandas Bupati Suyanto.
Kabupaten Jombang telah bersaing dengan 16 pemimpin Kabupaten/Kota yang
wilayahnya dilintasi Sungai Berantas. Berdasarkan hasil evaluasi dengan melibatkan dan memperhatikan
masukan dari para pakar, pengamat lingkungan dan pengurus wilayah IKAJATI
diseluruh aliran kali Brantas, akhirnya hanya Kabupaten Jombang dan kota Surabaya
yang berhak menerima Brantas Award 2012. Meskipun anugerah ini merupakan yang pertama, namun
tidak menutup kemungkinan akan diberikan tiap tahun, hanya saja tidak hanya
diberikan kepada Bupati/Walikota, tetapi juga para tokoh masyarakat. (Wati_SJAM)
Jombang, 2 Juli 2012
Radio Suara Jombang AM
Langganan:
Postingan
(Atom)



