Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Sabtu, 17 Desember 2011
Silaturahmi Muspida Dengan Para Pendekar Cabor Bela Diri
Bertempat di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang, pada Kamis (15/12)siang digelar Silaturahmi antara Bupati, Muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pegiat, pelatih cabang olehraga beladiri. Momentum tersebut menjadi ajang sosialisasi kesadaran hokum, bela Negara sekaligus sosialisasi ancaman bahaya narkoba dan obat obatan terlarang.
Mulai dari Bupati, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua pengadilan Negeri, Dandim 0814, Wakil Bupati dan tokoh agama yang memberikan bimbingan mental. Masing-masing pejabat ini, mendapat kesempatan memberikan pencerahan dan sosialisasi yang terkait tugas pokok fungsi dan kewenangan masing-masing yang terkait dengan keamanan, ketertiban masyarakat, guna menjaga dan memelihara kondusifitas masyarakat kabupaten Jombang.
Pertikaian antar perguruan silat yang berasal dari Lamongan yang terjadi di Kabuh yang masuk wilayah kab. Jombang dinilai oleh Bupati Suyanto bukanlah budaya juga bukan cara masyarakat Jombang dalam menyelesaikan sebuah persoalan. “Di Kabupaten Jombang hampir tidak pernah terjadi konflik horizontal dan perang fisik seperti itu, ini patut kita sesalkan bila terjadi diwilayah Jombang, dan ini jangan sampai terulang”, tutur Bupati dua periode ini.
Keberadaan perguruan olahraga bela diri atau pencak silat dikabupaten tetap kami akan berikan apresiasi. “Kami berharap perguruan pencak silat atau bela diri apapun dapat memberikan kontribusi watak,karakter, pemuda Jombang yang lebih berprestasi dikancah regional, nasional dan internasional”, tutur Suyanto. Ditegaskan pula bahwa generasi Jombang harus memiliki karakter yang kuat didalam menghantarkan bangsa ini lebih bermartabat pada tata pergaulan bangsa-bangsa.
AKBP Marjuki SIK, Kapolres Jombang mendapat kesempatan untuk memberikan materi gangguan kamtibmas dan pertahanan keamanan . Masyarakat diminta untuk mewaspadai gangguan gangguan keamanan yang akan terjadi diwilayah lingkungan sekitar. Mulai dari teroris, aliran sesat, provokator, bahaya peredaran narkoba, pengaruh negative dari akses internet, dll. “Gangguan kamtibmas akan menghambat pembangunan, sebab investor akan takut untuk menanamkan investasinya, sehingga kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai”, demikian diungkapkan oleh AKBP Marjuki SIK kapolres Jombang.
Menanggapi terjadinya pertikaian antar perguruan silat atau beladiri yang terjadi diwilayah Kabuh Jombang, ditandaskan oleh Kapolres bahwa mereka adalah warga Lamongan. “Delapan orang sudah ditangkap dan akan diproses secara hukum, oleh karenanya saya yakin masyarakat Jombang tidak akan melakukan cara-cara semacam ini”, tandas Marjuki.
Sementara itu Wakil Bupati Jombang Widjono Suparno selaku ketua Badan Narkotika Kabupaten memberikan materi tentang bahaya peredaran dan penyalagunaan narkoba dan obat-obatan terlarangdan HIV AIDS.
Sebagai penutup ajang silaturahmi tersebut, KH. Isrofil Amar dalam bimbingan mental yang disampaikan hanya merangkum dari seluruh apa yang telah disampaikan Bupati dan Muspida. Dibacakan pula intisari dari janji atau sumpah prasetya seorang pendekar atau perguruan pencak silat, agar kembali ingat apa sesungguhnya janji atau sumpah yang harus mereka pegang, untuk dilaksanakan dan diamalkan. Sehingga tidak ada lagi pertikaian antar perguruan pencak silat. Acara daiakhiri dengan doa, yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI KH. Kholil Dahlan. (Wati _SJAM)
Jombang, 15 Desember 2011
LPPL Radio Suara Jombang AM
Silaturahmi Muspida Dengan Para Pendekar Cabor Bela Diri
Bertempat di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang, pada Kamis (15/12)siang digelar Silaturahmi antara Bupati, Muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pegiat, pelatih cabang olehraga beladiri. Momentum tersebut menjadi ajang sosialisasi kesadaran hokum, bela Negara sekaligus sosialisasi ancaman bahaya narkoba dan obat obatan terlarang.
Mulai dari Bupati, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua pengadilan Negeri, Dandim 0814, Wakil Bupati dan tokoh agama yang memberikan bimbingan mental. Masing-masing pejabat ini, mendapat kesempatan memberikan pencerahan dan sosialisasi yang terkait tugas pokok fungsi dan kewenangan masing-masing yang terkait dengan keamanan, ketertiban masyarakat, guna menjaga dan memelihara kondusifitas masyarakat kabupaten Jombang.
Pertikaian antar perguruan silat yang berasal dari Lamongan yang terjadi di Kabuh yang masuk wilayah kab. Jombang dinilai oleh Bupati Suyanto bukanlah budaya juga bukan cara masyarakat Jombang dalam menyelesaikan sebuah persoalan. “Di Kabupaten Jombang hampir tidak pernah terjadi konflik horizontal dan perang fisik seperti itu, ini patut kita sesalkan bila terjadi diwilayah Jombang, dan ini jangan sampai terulang”, tutur Bupati dua periode ini.
Keberadaan perguruan olahraga bela diri atau pencak silat dikabupaten tetap kami akan berikan apresiasi. “Kami berharap perguruan pencak silat atau bela diri apapun dapat memberikan kontribusi watak,karakter, pemuda Jombang yang lebih berprestasi dikancah regional, nasional dan internasional”, tutur Suyanto. Ditegaskan pula bahwa generasi Jombang harus memiliki karakter yang kuat didalam menghantarkan bangsa ini lebih bermartabat pada tata pergaulan bangsa-bangsa.
AKBP Marjuki SIK, Kapolres Jombang mendapat kesempatan untuk memberikan materi gangguan kamtibmas dan pertahanan keamanan . Masyarakat diminta untuk mewaspadai gangguan gangguan keamanan yang akan terjadi diwilayah lingkungan sekitar. Mulai dari teroris, aliran sesat, provokator, bahaya peredaran narkoba, pengaruh negative dari akses internet, dll. “Gangguan kamtibmas akan menghambat pembangunan, sebab investor akan takut untuk menanamkan investasinya, sehingga kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai”, demikian diungkapkan oleh AKBP Marjuki SIK kapolres Jombang.
Menanggapi terjadinya pertikaian antar perguruan silat atau beladiri yang terjadi diwilayah Kabuh Jombang, ditandaskan oleh Kapolres bahwa mereka adalah warga Lamongan. “Delapan orang sudah ditangkap dan akan diproses secara hukum, oleh karenanya saya yakin masyarakat Jombang tidak akan melakukan cara-cara semacam ini”, tandas Marjuki.
Sementara itu Wakil Bupati Jombang Widjono Suparno selaku ketua Badan Narkotika Kabupaten memberikan materi tentang bahaya peredaran dan penyalagunaan narkoba dan obat-obatan terlarangdan HIV AIDS.
Sebagai penutup ajang silaturahmi tersebut, KH. Isrofil Amar dalam bimbingan mental yang disampaikan hanya merangkum dari seluruh apa yang telah disampaikan Bupati dan Muspida. Dibacakan pula intisari dari janji atau sumpah prasetya seorang pendekar atau perguruan pencak silat, agar kembali ingat apa sesungguhnya janji atau sumpah yang harus mereka pegang, untuk dilaksanakan dan diamalkan. Sehingga tidak ada lagi pertikaian antar perguruan pencak silat. Acara daiakhiri dengan doa, yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI KH. Kholil Dahlan. (Wati _SJAM)
Jombang, 15 Desember 2011
LPPL Radio Suara Jombang AM
Widjono Suparno Berangkatkan Pleton Beranting YWPJ
Wakil Bupati Jombang Widjono Suparno, pada (16/12) selaku inspektur pengawas pada upacara pemberangkatan Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya (YWPJ), menerima pleton IV dan memberangkatkan pleton V gelar jalan kaki prajurit Infanteri Satpur Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya (YWPJ) yang menempuh jarak 185,5 km dan akan berakhir pada Senin (19/12) bertempat di Lapangan Trowulan Mojokerto. Jalan kaki Prajurit Satpur Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya ini digelar guna memperingati hari Infanteri yang ke 66 tahun 2011. "Peringatan hari Infanteri ini bertujuan untuk mengenang keteguhan hati, pengorbanan dan semangat juang dari sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk tetap berjuang mengusir penjajah Belanda dari bumi dan tanah air Indonesia" ujar Widjono Suparno saat memberangkatkan di lapangan Bawangan, Ploso. Diceritakannya, meskipun pasukan pada saat itu hanya dengan berjalan kaki dan dengan perlengkapan yang serba terbatas, namun karena adanya dorongan tekad dan semangat juang yang tinggi serta keinginan untuk merdeka, akhirnya pasukan Indonesia dapat merebut Kota Jogjakarta dengan suatu kemenangan yang gemilang dan berhasil mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. "Itulah sebabnya pada setiap peringatan hari Infanteri, selalu diadakan gerak jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya yang diawali dengan tradisi pembacaan Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman, dengan tujuan agar semangat juang dan jiwa keprajuritan dapat tertanam secara mendalam di setiap dada prajurit" ungkap Widjono. Tujuan dari gerak jalan ini adalah untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dan meningkatkan kemampuan fisik bagi prajurit”, tambahnya. Rute Gerak jalan Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya telah di mulai dari etape 1 oleh Yonif 511/DY dengan mengambil start di Alun-Alun Bojonegoro menuju Alas Jati Desa Buntalan Kecamatan Temayang dengan jarak tempuh 20,9 km. Dan berakhir di etape ke-10/Terakhir Yonif 500/R start dari Desa Jatirejo menuju dan finish di lapangan Trowulan Mojokerto dengan jarak tempuh 5,4 km. Hadir dalam serah terima pleton beranting tersebut Asisten 2, Drs. Ikhsan Gunajati Msi, Camat Ploso Drs. Purwanto,MKP, muspika,dan perangkat desa setempat.(WATI_SJAM) Jombang, 16 Desember 2011 |
| LPPL RADIO SUARA JOMBANG AM |
Widjono Suparno Berangkatkan Pleton Beranting YWPJ
Wakil Bupati Jombang Widjono Suparno, pada (16/12) selaku inspektur pengawas pada upacara pemberangkatan Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya (YWPJ), menerima pleton IV dan memberangkatkan pleton V gelar jalan kaki prajurit Infanteri Satpur Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya (YWPJ) yang menempuh jarak 185,5 km dan akan berakhir pada Senin (19/12) bertempat di Lapangan Trowulan Mojokerto. Jalan kaki Prajurit Satpur Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya ini digelar guna memperingati hari Infanteri yang ke 66 tahun 2011. "Peringatan hari Infanteri ini bertujuan untuk mengenang keteguhan hati, pengorbanan dan semangat juang dari sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk tetap berjuang mengusir penjajah Belanda dari bumi dan tanah air Indonesia" ujar Widjono Suparno saat memberangkatkan di lapangan Bawangan, Ploso. Diceritakannya, meskipun pasukan pada saat itu hanya dengan berjalan kaki dan dengan perlengkapan yang serba terbatas, namun karena adanya dorongan tekad dan semangat juang yang tinggi serta keinginan untuk merdeka, akhirnya pasukan Indonesia dapat merebut Kota Jogjakarta dengan suatu kemenangan yang gemilang dan berhasil mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. "Itulah sebabnya pada setiap peringatan hari Infanteri, selalu diadakan gerak jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya yang diawali dengan tradisi pembacaan Amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman, dengan tujuan agar semangat juang dan jiwa keprajuritan dapat tertanam secara mendalam di setiap dada prajurit" ungkap Widjono. Tujuan dari gerak jalan ini adalah untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dan meningkatkan kemampuan fisik bagi prajurit”, tambahnya. Rute Gerak jalan Peleton Beranting Yudha Wasthu Pramuka Jaya telah di mulai dari etape 1 oleh Yonif 511/DY dengan mengambil start di Alun-Alun Bojonegoro menuju Alas Jati Desa Buntalan Kecamatan Temayang dengan jarak tempuh 20,9 km. Dan berakhir di etape ke-10/Terakhir Yonif 500/R start dari Desa Jatirejo menuju dan finish di lapangan Trowulan Mojokerto dengan jarak tempuh 5,4 km. Hadir dalam serah terima pleton beranting tersebut Asisten 2, Drs. Ikhsan Gunajati Msi, Camat Ploso Drs. Purwanto,MKP, muspika,dan perangkat desa setempat.(WATI_SJAM) Jombang, 16 Desember 2011 |
| LPPL RADIO SUARA JOMBANG AM |
Langganan:
Postingan
(Atom)


