Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Selasa, 26 April 2011
Jombang Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik Dari Kemendagri
Kota santri kembali menambah deretan panjang penghargaan tingkat nasional. Kali ini, Jombang dinobatkan sebagai kabupaten terbaik penyelenggara pemerintahan oleh Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri) Senin (25/4) kemarin.
Sedikitnya terdapat 173 indikator penilaian, mulai dari lingkungan hidup, tata ruang, catatan sipil, dan ketahanan pangan. Penilaian juga dilakukan oleh tim penilai yang obyektif. Kemendagri memberikan penghargaan kepada 23 pemerintah daerah se-Indonesia yang memiliki kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang memuaskan.
Penetapan peringkat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi Nomor 120-276 Tahun 2011. Gamawan menetapkan 10 besar penyelenggaraan pemerintahan bagi kabupaten dan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional. Penetapan itu dibacakan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan dalam kesempatan peringatan HUT Ke-15 Otonomi Daerah tingkat nasional yang diselenggarakan di Plaza Balaikota Bogor.
Berikut ini adalah 10 peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kabupaten Jombang 2. Kabupaten Bojonegoro 3. Kabupaten Sragen 4. Kabupaten Pacitan 5. Kabupaten Boalemo 6. Kabupaten Enrekang 7. Kabupaten Buleleng 8. Kabupaten Luwu Utara 9. Kabupaten Karanganyar 10. Kabupaten Kulon Progo
Dalam SK yang sama juga ditetapkan peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kota Surakarta 2. Kota Semarang 3. Kota Banjar 4. Kota Yogyakarta 5. Kota Cimahi 6. Kota Sawahlunto 7. Kota Probolinggo 8. Kota Mojokerto 9. Kota Sukabumi 10. Kota Bogor
Bupati Suyanto mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Jombang yang turut membantu menyukseskan program otonomi daerah. “Kami dedikasikan penghargaan ini kepada seluruh masyarakat Jombang” tegasnya.
Suyanto berharap penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri ini makin memacu kinerja seluruh aparat SKPD agar lebih beik lagi kedepannya.”Ini bisa dijadikan sebagai motivator bagi aparat pemerintahan, agar yang sebelumnya sudah baik menjadi lebih baik sehingga Jombang dapat kembali meraih apresiasi dari pemerintah pusat” pungkasnya. (Dedi_SJAM)
Sedikitnya terdapat 173 indikator penilaian, mulai dari lingkungan hidup, tata ruang, catatan sipil, dan ketahanan pangan. Penilaian juga dilakukan oleh tim penilai yang obyektif. Kemendagri memberikan penghargaan kepada 23 pemerintah daerah se-Indonesia yang memiliki kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang memuaskan.
Penetapan peringkat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi Nomor 120-276 Tahun 2011. Gamawan menetapkan 10 besar penyelenggaraan pemerintahan bagi kabupaten dan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional. Penetapan itu dibacakan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan dalam kesempatan peringatan HUT Ke-15 Otonomi Daerah tingkat nasional yang diselenggarakan di Plaza Balaikota Bogor.
Berikut ini adalah 10 peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kabupaten Jombang 2. Kabupaten Bojonegoro 3. Kabupaten Sragen 4. Kabupaten Pacitan 5. Kabupaten Boalemo 6. Kabupaten Enrekang 7. Kabupaten Buleleng 8. Kabupaten Luwu Utara 9. Kabupaten Karanganyar 10. Kabupaten Kulon Progo
Dalam SK yang sama juga ditetapkan peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kota Surakarta 2. Kota Semarang 3. Kota Banjar 4. Kota Yogyakarta 5. Kota Cimahi 6. Kota Sawahlunto 7. Kota Probolinggo 8. Kota Mojokerto 9. Kota Sukabumi 10. Kota Bogor
Bupati Suyanto mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Jombang yang turut membantu menyukseskan program otonomi daerah. “Kami dedikasikan penghargaan ini kepada seluruh masyarakat Jombang” tegasnya.
Suyanto berharap penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri ini makin memacu kinerja seluruh aparat SKPD agar lebih beik lagi kedepannya.”Ini bisa dijadikan sebagai motivator bagi aparat pemerintahan, agar yang sebelumnya sudah baik menjadi lebih baik sehingga Jombang dapat kembali meraih apresiasi dari pemerintah pusat” pungkasnya. (Dedi_SJAM)
Jombang Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik Dari Kemendagri
Kota santri kembali menambah deretan panjang penghargaan tingkat nasional. Kali ini, Jombang dinobatkan sebagai kabupaten terbaik penyelenggara pemerintahan oleh Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri) Senin (25/4) kemarin.
Sedikitnya terdapat 173 indikator penilaian, mulai dari lingkungan hidup, tata ruang, catatan sipil, dan ketahanan pangan. Penilaian juga dilakukan oleh tim penilai yang obyektif. Kemendagri memberikan penghargaan kepada 23 pemerintah daerah se-Indonesia yang memiliki kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang memuaskan.
Penetapan peringkat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi Nomor 120-276 Tahun 2011. Gamawan menetapkan 10 besar penyelenggaraan pemerintahan bagi kabupaten dan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional. Penetapan itu dibacakan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan dalam kesempatan peringatan HUT Ke-15 Otonomi Daerah tingkat nasional yang diselenggarakan di Plaza Balaikota Bogor.
Berikut ini adalah 10 peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kabupaten Jombang 2. Kabupaten Bojonegoro 3. Kabupaten Sragen 4. Kabupaten Pacitan 5. Kabupaten Boalemo 6. Kabupaten Enrekang 7. Kabupaten Buleleng 8. Kabupaten Luwu Utara 9. Kabupaten Karanganyar 10. Kabupaten Kulon Progo
Dalam SK yang sama juga ditetapkan peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kota Surakarta 2. Kota Semarang 3. Kota Banjar 4. Kota Yogyakarta 5. Kota Cimahi 6. Kota Sawahlunto 7. Kota Probolinggo 8. Kota Mojokerto 9. Kota Sukabumi 10. Kota Bogor
Bupati Suyanto mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Jombang yang turut membantu menyukseskan program otonomi daerah. “Kami dedikasikan penghargaan ini kepada seluruh masyarakat Jombang” tegasnya.
Suyanto berharap penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri ini makin memacu kinerja seluruh aparat SKPD agar lebih beik lagi kedepannya.”Ini bisa dijadikan sebagai motivator bagi aparat pemerintahan, agar yang sebelumnya sudah baik menjadi lebih baik sehingga Jombang dapat kembali meraih apresiasi dari pemerintah pusat” pungkasnya. (Dedi_SJAM)
Sedikitnya terdapat 173 indikator penilaian, mulai dari lingkungan hidup, tata ruang, catatan sipil, dan ketahanan pangan. Penilaian juga dilakukan oleh tim penilai yang obyektif. Kemendagri memberikan penghargaan kepada 23 pemerintah daerah se-Indonesia yang memiliki kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang memuaskan.
Penetapan peringkat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi Nomor 120-276 Tahun 2011. Gamawan menetapkan 10 besar penyelenggaraan pemerintahan bagi kabupaten dan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional. Penetapan itu dibacakan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan dalam kesempatan peringatan HUT Ke-15 Otonomi Daerah tingkat nasional yang diselenggarakan di Plaza Balaikota Bogor.
Berikut ini adalah 10 peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kabupaten yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kabupaten Jombang 2. Kabupaten Bojonegoro 3. Kabupaten Sragen 4. Kabupaten Pacitan 5. Kabupaten Boalemo 6. Kabupaten Enrekang 7. Kabupaten Buleleng 8. Kabupaten Luwu Utara 9. Kabupaten Karanganyar 10. Kabupaten Kulon Progo
Dalam SK yang sama juga ditetapkan peringkat dan status kinerja 10 besar penyelenggaraan pemerintahan kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional.
1. Kota Surakarta 2. Kota Semarang 3. Kota Banjar 4. Kota Yogyakarta 5. Kota Cimahi 6. Kota Sawahlunto 7. Kota Probolinggo 8. Kota Mojokerto 9. Kota Sukabumi 10. Kota Bogor
Bupati Suyanto mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Jombang yang turut membantu menyukseskan program otonomi daerah. “Kami dedikasikan penghargaan ini kepada seluruh masyarakat Jombang” tegasnya.
Suyanto berharap penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri ini makin memacu kinerja seluruh aparat SKPD agar lebih beik lagi kedepannya.”Ini bisa dijadikan sebagai motivator bagi aparat pemerintahan, agar yang sebelumnya sudah baik menjadi lebih baik sehingga Jombang dapat kembali meraih apresiasi dari pemerintah pusat” pungkasnya. (Dedi_SJAM)
Rabu, 20 April 2011
Widjono Gelar Sidak Senyap
Selasa (19/4) kemarin, pelaksanaan Unas 2011 tingkat SMA, SMK dan MA memasuki hari kedua. Guna memantau secara langsung ujian akbar yang digelar mulai 18 sampai 21 April 2011 ini, Widjono Soeparno Wakil Bupati Jombang turun langsung ke lapangan. Namun sidak kedua ini dilakukan diam-diam tanpa diketahui wartawan sehingga tidak mengganggu konsentrasi peserta Unas.
Sebelumnya, HM Munif Kusnan, SH Msi SekdaKab Jombang juga menggelar sidak pada hari pertama Unas. Sasaran lokasi kala itu, SMA N 2 Jombang, MAN Jombang dan SMA PGRI 1 Jombang. Kali ini, Wabup Widjono didampingi Muntholip, Plt Dinas Pendidikan Jombang juga menyidak 3 tempat sekaligus yakni SMA N 3 Jombang, SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang.
”Alhamdulilah pelaksanaan Unas hari kedua berjalan tertib dan lancar, meskipun ada sedikit masalah terkait kekurangan soal” tegas Widjono sesaat setelah memantau jalannya Unas di SMA N 3 Jombang. Widjono menambahkan, panitia Unas cukup tanggap terhadap masalah kekurangan soal. Setelah diketahui ada yang kurang, panitia segera mencarikan soal cadangan.
Naskah soal unas 2011 berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah menerapkan kode soal berbeda, hal ini guna meminimalisir kecurangan peserta unas. Kemendiknas membuat 5 variasi soal berbeda dengan bobot yang sama tiap bidang study yang diujikan.
Mengingat prosentase kelulusan tahun lalu yang mencapai 99,9%. Widjono berharap tahun ini bisa sempurna. ”Harapannya 100 persen lulus dan itu tergantung keseriusan anak-anak dalam mengerjakan soal Unas ” jelasnya.
Sidak kemudian berlanjut ke SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang. Di SMK N 1 Unas berjalan lancar dan tak menemui masalah. Namun di SMK N 3 terdapat sedikit kendala terkait soal Matematika SMA yang masuk dalam amplop naskah ujian SMK. Namun petugas dengan sigap mengamankan dan mengambil cadangan soal. (Dedi_SJAM)
Sebelumnya, HM Munif Kusnan, SH Msi SekdaKab Jombang juga menggelar sidak pada hari pertama Unas. Sasaran lokasi kala itu, SMA N 2 Jombang, MAN Jombang dan SMA PGRI 1 Jombang. Kali ini, Wabup Widjono didampingi Muntholip, Plt Dinas Pendidikan Jombang juga menyidak 3 tempat sekaligus yakni SMA N 3 Jombang, SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang.
”Alhamdulilah pelaksanaan Unas hari kedua berjalan tertib dan lancar, meskipun ada sedikit masalah terkait kekurangan soal” tegas Widjono sesaat setelah memantau jalannya Unas di SMA N 3 Jombang. Widjono menambahkan, panitia Unas cukup tanggap terhadap masalah kekurangan soal. Setelah diketahui ada yang kurang, panitia segera mencarikan soal cadangan.
Naskah soal unas 2011 berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah menerapkan kode soal berbeda, hal ini guna meminimalisir kecurangan peserta unas. Kemendiknas membuat 5 variasi soal berbeda dengan bobot yang sama tiap bidang study yang diujikan.
Mengingat prosentase kelulusan tahun lalu yang mencapai 99,9%. Widjono berharap tahun ini bisa sempurna. ”Harapannya 100 persen lulus dan itu tergantung keseriusan anak-anak dalam mengerjakan soal Unas ” jelasnya.
Sidak kemudian berlanjut ke SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang. Di SMK N 1 Unas berjalan lancar dan tak menemui masalah. Namun di SMK N 3 terdapat sedikit kendala terkait soal Matematika SMA yang masuk dalam amplop naskah ujian SMK. Namun petugas dengan sigap mengamankan dan mengambil cadangan soal. (Dedi_SJAM)
Widjono Gelar Sidak Senyap
Selasa (19/4) kemarin, pelaksanaan Unas 2011 tingkat SMA, SMK dan MA memasuki hari kedua. Guna memantau secara langsung ujian akbar yang digelar mulai 18 sampai 21 April 2011 ini, Widjono Soeparno Wakil Bupati Jombang turun langsung ke lapangan. Namun sidak kedua ini dilakukan diam-diam tanpa diketahui wartawan sehingga tidak mengganggu konsentrasi peserta Unas.
Sebelumnya, HM Munif Kusnan, SH Msi SekdaKab Jombang juga menggelar sidak pada hari pertama Unas. Sasaran lokasi kala itu, SMA N 2 Jombang, MAN Jombang dan SMA PGRI 1 Jombang. Kali ini, Wabup Widjono didampingi Muntholip, Plt Dinas Pendidikan Jombang juga menyidak 3 tempat sekaligus yakni SMA N 3 Jombang, SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang.
”Alhamdulilah pelaksanaan Unas hari kedua berjalan tertib dan lancar, meskipun ada sedikit masalah terkait kekurangan soal” tegas Widjono sesaat setelah memantau jalannya Unas di SMA N 3 Jombang. Widjono menambahkan, panitia Unas cukup tanggap terhadap masalah kekurangan soal. Setelah diketahui ada yang kurang, panitia segera mencarikan soal cadangan.
Naskah soal unas 2011 berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah menerapkan kode soal berbeda, hal ini guna meminimalisir kecurangan peserta unas. Kemendiknas membuat 5 variasi soal berbeda dengan bobot yang sama tiap bidang study yang diujikan.
Mengingat prosentase kelulusan tahun lalu yang mencapai 99,9%. Widjono berharap tahun ini bisa sempurna. ”Harapannya 100 persen lulus dan itu tergantung keseriusan anak-anak dalam mengerjakan soal Unas ” jelasnya.
Sidak kemudian berlanjut ke SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang. Di SMK N 1 Unas berjalan lancar dan tak menemui masalah. Namun di SMK N 3 terdapat sedikit kendala terkait soal Matematika SMA yang masuk dalam amplop naskah ujian SMK. Namun petugas dengan sigap mengamankan dan mengambil cadangan soal. (Dedi_SJAM)
Sebelumnya, HM Munif Kusnan, SH Msi SekdaKab Jombang juga menggelar sidak pada hari pertama Unas. Sasaran lokasi kala itu, SMA N 2 Jombang, MAN Jombang dan SMA PGRI 1 Jombang. Kali ini, Wabup Widjono didampingi Muntholip, Plt Dinas Pendidikan Jombang juga menyidak 3 tempat sekaligus yakni SMA N 3 Jombang, SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang.
”Alhamdulilah pelaksanaan Unas hari kedua berjalan tertib dan lancar, meskipun ada sedikit masalah terkait kekurangan soal” tegas Widjono sesaat setelah memantau jalannya Unas di SMA N 3 Jombang. Widjono menambahkan, panitia Unas cukup tanggap terhadap masalah kekurangan soal. Setelah diketahui ada yang kurang, panitia segera mencarikan soal cadangan.
Naskah soal unas 2011 berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah menerapkan kode soal berbeda, hal ini guna meminimalisir kecurangan peserta unas. Kemendiknas membuat 5 variasi soal berbeda dengan bobot yang sama tiap bidang study yang diujikan.
Mengingat prosentase kelulusan tahun lalu yang mencapai 99,9%. Widjono berharap tahun ini bisa sempurna. ”Harapannya 100 persen lulus dan itu tergantung keseriusan anak-anak dalam mengerjakan soal Unas ” jelasnya.
Sidak kemudian berlanjut ke SMK N 1 Jombang dan SMK N 3 Jombang. Di SMK N 1 Unas berjalan lancar dan tak menemui masalah. Namun di SMK N 3 terdapat sedikit kendala terkait soal Matematika SMA yang masuk dalam amplop naskah ujian SMK. Namun petugas dengan sigap mengamankan dan mengambil cadangan soal. (Dedi_SJAM)
Langganan:
Postingan
(Atom)



