Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Rabu, 09 Maret 2011

    101 Tahun Hari Perempuan se-Dunia, APJ Gelar Orasi


    Menandai peringatan 101 tahun International Woman’s Day, persoalan perempuan justru kian kompleks. Begitulah bunyi kalimat pembuka press release dari beberapa organisasi wanita yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jombang (APJ) pada hari perempuan sedunia kemarin (8/3).

    Beberapa organisasi tersebut diantaranya Islamic Center of Democrazy and Human Right Empowerment (ICHDRE), Woman Crisis Center (WCC), FNPBI, SBPJ, Narisakti, KPI, PASASTI, ALHARAKA dan Konsorsium Rakyat Jombang Berdaulat (KRJB).

    Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jombang tersebut berkumpul di depan Graha Media dan melakukan orasi untuk menuntut kepada negara dan menyerukan kepada para perempuan.

    Ada 3 hal yang menjadi tuntutan yakni tolak dan lawan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, lingkungan, dan keluarga. Berikan hak yang sama seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang, seperti hak ekonomi dan hak politik, dan serukan perjuangan politik bagi perempuan sebagai perjuangan total yang mampu membawa perempuan pada perubahan.

    Maria(52) salah satu anggota Aliansi Perempuan Jombang dari organisasi PRASASTI (Persaudaraan Lintas Etnis dan Agama) mengungkapkan, APJ telah melakukan roadshow ke komunitas perempuan yang ada di desa untuk memberikan masukan terkait hak-hak perempuan.

    “Banyak hal yang kita sharing-kan terkait diskriminasi perempuan, traficking dan segala sesuatu terkait perempuan termasuk traficking” kata Maria. Lebih lanjut menurut Maria diskriminasi terhadap perempuan di segala bidang itu masih terjadi meskipun presentasinya sudah menurun.

    “Meski sedikit tapi diskriminasi terhadap perempuan itu masih ada, contohnya tentang kepemimpinan, politik dan yang paling banyak ya dalam kehidupan berumah tangga” sambung Maria.

    Konselor Psikologis Divisi Pendampingan dari WCC Jombang, Siti Rofi’ah yang juga turut serta kepada djombang.com mengungkapkan WCC tetap memback-up tentang pemberian informasi dan pemahaman kepada khalayak agar seorang perempuan dapat berdaya.

    “Sejauh ini kita tetap memberikan pendidikan tentang hak-hak perempuan kemudian KDRT, diskriminasi perempuan dan lainnya kepada perempuan dan pelajar SMA mengingat kasus yang terjadi di tingkat pelajar tidak bisa dibilang sedikit” kata Siti.

    Apa yang dilakukan Aliansi Perempuan Jombang ini dilakukan sepenuhnya untuk menyerukan dan melawan diskriminasi hak perempuan yang selama ini masih terjadi secara samar dan tak tersirat. (Dedi_SJAM)


    Jombang, 9 Maret 2011
    Tim Liputan SJAM

    101 Tahun Hari Perempuan se-Dunia, APJ Gelar Orasi


    Menandai peringatan 101 tahun International Woman’s Day, persoalan perempuan justru kian kompleks. Begitulah bunyi kalimat pembuka press release dari beberapa organisasi wanita yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jombang (APJ) pada hari perempuan sedunia kemarin (8/3).

    Beberapa organisasi tersebut diantaranya Islamic Center of Democrazy and Human Right Empowerment (ICHDRE), Woman Crisis Center (WCC), FNPBI, SBPJ, Narisakti, KPI, PASASTI, ALHARAKA dan Konsorsium Rakyat Jombang Berdaulat (KRJB).

    Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jombang tersebut berkumpul di depan Graha Media dan melakukan orasi untuk menuntut kepada negara dan menyerukan kepada para perempuan.

    Ada 3 hal yang menjadi tuntutan yakni tolak dan lawan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, lingkungan, dan keluarga. Berikan hak yang sama seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang, seperti hak ekonomi dan hak politik, dan serukan perjuangan politik bagi perempuan sebagai perjuangan total yang mampu membawa perempuan pada perubahan.

    Maria(52) salah satu anggota Aliansi Perempuan Jombang dari organisasi PRASASTI (Persaudaraan Lintas Etnis dan Agama) mengungkapkan, APJ telah melakukan roadshow ke komunitas perempuan yang ada di desa untuk memberikan masukan terkait hak-hak perempuan.

    “Banyak hal yang kita sharing-kan terkait diskriminasi perempuan, traficking dan segala sesuatu terkait perempuan termasuk traficking” kata Maria. Lebih lanjut menurut Maria diskriminasi terhadap perempuan di segala bidang itu masih terjadi meskipun presentasinya sudah menurun.

    “Meski sedikit tapi diskriminasi terhadap perempuan itu masih ada, contohnya tentang kepemimpinan, politik dan yang paling banyak ya dalam kehidupan berumah tangga” sambung Maria.

    Konselor Psikologis Divisi Pendampingan dari WCC Jombang, Siti Rofi’ah yang juga turut serta kepada djombang.com mengungkapkan WCC tetap memback-up tentang pemberian informasi dan pemahaman kepada khalayak agar seorang perempuan dapat berdaya.

    “Sejauh ini kita tetap memberikan pendidikan tentang hak-hak perempuan kemudian KDRT, diskriminasi perempuan dan lainnya kepada perempuan dan pelajar SMA mengingat kasus yang terjadi di tingkat pelajar tidak bisa dibilang sedikit” kata Siti.

    Apa yang dilakukan Aliansi Perempuan Jombang ini dilakukan sepenuhnya untuk menyerukan dan melawan diskriminasi hak perempuan yang selama ini masih terjadi secara samar dan tak tersirat. (Dedi_SJAM)


    Jombang, 9 Maret 2011
    Tim Liputan SJAM
    Selasa, 08 Maret 2011

    Bupati Suyanto : Ketahanan Pangan Nasional Mulai Rapuh


    Ketahanan pangan nasional mulai rentan dan rapuh. Pernyataan ini diungkapkan oleh Bupati Jombang, Drs.H Suyanto, MM dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Perberasan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang pada awal Maret lalu.

    Bupati Jombang Drs H. Suyanto, MM mengungkapkapkan bahwa salah satu indikator yang menguatkan ketahanan pangan nasional yaitu peningkatan produksi pertanian yang cukup dan pembelian gabah / beras untuk dicadangkan, karena ada indikasi bahwa stok pangan nasional sangat rentan dan mulai rapuh.

    “Ketahanan pangan nasional saat ini sudah mulai rentan, dengan globalisasi dan adanya ketegangan antara Cina, India dan Amerika sangat dikhawatirkan oleh produsen beras sehingga mereka menyiapkan stok cadangan beras hingga cukup untuk 7 tahun” kata Suyanto.

    Suyanto menilai, pada persiapan musim panen tahun 2011 ini, harga dasar dan harga pasar gabah kering panen di tingkat petani harus dapat dipertahankan agar nilai tukar petani lebih tinggi dan petani lebih sejahtera.

    “Kalau Dolog tidak mampu membeli gabah petani dengan harga diatas harga dasar atau lebih tinggi dari harga pasar, maka para petani tidak akan dapat sejahtera, ini tugas pemerintah untuk dapat membuat nilai tukar petani lebih tinggi” tambah Suyanto.

    Beberapa waktu lalu Bupati Suyanto juga menghadiri persiapan panen raya dan temu lapang di Desa Karang Luh Mojowarno, Suyanto berpesan agar petani tetap memiliki semangat untuk mewujudkan dan mengoptimalkan keberhasilan pertanian. “Mari kita optimalkan pertanian untuk kemajuan bersama, karena Jombang sebagian besar wilayahnya adalah wilayah pertanian” himbau Suyanto.

    Tahun 2011 ini Bulog Subdivre Surabaya Selatan telah mengalokasikan pengadaan beras sebesar 130.000 ton dan 61% dari total pengadaan tersebut akan dipasok ke Kab.Jombang secara berkala. (Dedi_SJAM)


    Jombang, 8 Maret 2011
    Tim Liputan SJAM

    Bupati Suyanto : Ketahanan Pangan Nasional Mulai Rapuh


    Ketahanan pangan nasional mulai rentan dan rapuh. Pernyataan ini diungkapkan oleh Bupati Jombang, Drs.H Suyanto, MM dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Perberasan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang pada awal Maret lalu.

    Bupati Jombang Drs H. Suyanto, MM mengungkapkapkan bahwa salah satu indikator yang menguatkan ketahanan pangan nasional yaitu peningkatan produksi pertanian yang cukup dan pembelian gabah / beras untuk dicadangkan, karena ada indikasi bahwa stok pangan nasional sangat rentan dan mulai rapuh.

    “Ketahanan pangan nasional saat ini sudah mulai rentan, dengan globalisasi dan adanya ketegangan antara Cina, India dan Amerika sangat dikhawatirkan oleh produsen beras sehingga mereka menyiapkan stok cadangan beras hingga cukup untuk 7 tahun” kata Suyanto.

    Suyanto menilai, pada persiapan musim panen tahun 2011 ini, harga dasar dan harga pasar gabah kering panen di tingkat petani harus dapat dipertahankan agar nilai tukar petani lebih tinggi dan petani lebih sejahtera.

    “Kalau Dolog tidak mampu membeli gabah petani dengan harga diatas harga dasar atau lebih tinggi dari harga pasar, maka para petani tidak akan dapat sejahtera, ini tugas pemerintah untuk dapat membuat nilai tukar petani lebih tinggi” tambah Suyanto.

    Beberapa waktu lalu Bupati Suyanto juga menghadiri persiapan panen raya dan temu lapang di Desa Karang Luh Mojowarno, Suyanto berpesan agar petani tetap memiliki semangat untuk mewujudkan dan mengoptimalkan keberhasilan pertanian. “Mari kita optimalkan pertanian untuk kemajuan bersama, karena Jombang sebagian besar wilayahnya adalah wilayah pertanian” himbau Suyanto.

    Tahun 2011 ini Bulog Subdivre Surabaya Selatan telah mengalokasikan pengadaan beras sebesar 130.000 ton dan 61% dari total pengadaan tersebut akan dipasok ke Kab.Jombang secara berkala. (Dedi_SJAM)


    Jombang, 8 Maret 2011
    Tim Liputan SJAM