Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Senin, 18 Maret 2013

    Coffee Morning HRD Forum Jombang dengan Bupati Jombang

    Setelah sekian lama belum terbentuk suatu organisasi yang dapat menjembatani antara peran pemerintah dengan karyawan atau dengan perusahaan itu sendiri, maka sejak tahun 2012 terbentuklah Forum HRD (Human Resources Department). Anggotanya adalah para Manager HRD di perusahaan perusahaan di Jombang. Forum HRD ini mempunyai fungsi dan tugas pokok yaitu dalam rangka mengkomunikasikan atau sebagai jejaring antara peran perusahaan itu sendiri dengan karyawannya di lingkungan sosial kerjanya, maupun dengan pemerintah yang dalam hal ini adalah Bupati Jombang untuk membreak down sebuah kebijakan kebijakan terkait dengan harmonisasi hubungan  industrial yang ingin diciptakan bersama.

    Dan bertempat di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang pada Jumat (15/3/13) diadakan silaturahmi antara Forum HRD Jombang dengan Pemerintah Kabupaten Jombang yang dikemas dalam Coffee Morning. Dalam silaturahmi tersebut para HRD perusahaan perusahaan di Jombang tersebut langsung diterima oleh Drs. H Suyanto MM Bupati Jombang. Selain Bupati, hadir dalam silaturahmi tersebut Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Jombang  diantaranya adalah Dandim 0814 Jombang, Kapolres Jombang serta Ketua Pengadilan Negeri Jombang, Plt Kepala Dinas Sosial Nakertrans Kabupaten Jombang juga beberapa Kepala Dinas dan SKPD kabupaten Jombang.

    Dalam kesempatan ini Drs. H. Suyanto, MM Bupati Jombang banyak memberikan wawasan tentang pelayanan pelayanan publik yang ada di Kabupaten Jombang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan swasta di Jombang. Yang diharapkan kedepan akan muncul kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan swasta. Dicontohkan oleh Bupati Suyanto bahwa perusahaan tentunya akan membutuhkan yang terkait dengan pelayanan serta jaminan kesehatan untuk para karyawan maupun staf di lingkup perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu Bupati Suyanto mempersilahkan perusahaan perusahaan tersebut untuk bernegosiasi agar bisa bekerjasama dengan puskesmas atau rumah sakit daerah Jombang.

    Bupati Jombang juga menyampaikan terima kasih atas berkembangnya perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang. Karena dengan tumbuh kembangnya perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang maka setiap tahun pengangguran di Jombang dapat menurun. Bupati juga berharap suasana kerja di Kabupaten Jombang yang sudah tumbuh luar biasa dan kondusifitas kerja yang sudah bergerak pada relnya atau koridornya ini jangan sampai menjadi bias atau menjadi carut marut kembali. ”Karena saya yakin kalau perusahaan kondusif, tumbuh dan berkembang dengan baik ,laba meningkat maka pasti kesejahteraan karyawan akan meningkat. Selain itu  juga akan dapat menyerap tenaga kerja yang banyak,” ujar Bupati Suyanto.

    Bupati Suyanto juga berharap  agar perusahaan perusahaan yang besar juga dapat memproduksi barang yang dapat dipasarkan di dalam negeri. Karena tidak dipungkiri perusahaan perusahaan besar yang ada di Kabupaten Jombang hanya memproduksi barang yang dijual di luar negeri ( di export).  Dicontohkan oleh Bupati Suyanto,  PT. Cheil Jedang di Ploso, PT Pei Hei di Mojoagung, PT Mentari International, PT Karya Mekar semuanya hanya memproduksi barang yang di pasarkan di luar negeri. ”Saya berharap perusahaan perusahaan besar yang ada di kabupaten Jombang ini nantinya juga dapat memproduksi barang yang di jual di dalam negeri,” ujar Bupati Suyanto.

    Selain itu Bupati Suyanto juga mengajak para HRD ini untuk senantiasa melakukan komunikasi dengan para karyawan yang ada di perusahaan masing masing. Karena hal tersebut nantinya dapat menumbuhkan kondusifitas kerja yang baik.  ”Mari kita selalu membiasakan untuk berkomunikasi dengan para pekerja, karena hal ini sangat penting.  Sebab sering kali hal hal yang muncul, gejolak yang muncul karena faktor miss komunikasi. Oleh karena itu mari kita bangun hal tersebut mulai sekarang,” ungkap Bupati Suyanto.

    Sementara itu Laras, selaku Ketua Forum HRD Jombang menjelaskan tujuan dibentuknya Forum HRD Jombang yaitu untuk membangun serta menjalin komunikasi, dimana komunikasi adalah hal yang sangat penting. Agar segala macam masalah ketenagakerjaan yang muncul nantinya dapat diselesaikan bersama. Dengan adanya Forum HRD ini maka diharapkan suasana kerja yang ada di Jombang ini bisa kondusif.  Jangan sampai sejarah kelam permasalahan ketenaga kerjaan yang ada di Jombang terulang. Sebagai contoh dulu pabrik Maska Perkasa yang gulung tikar, sehingga ribuan karyawannya menjadi pengangguran dan tentunya itu manjadi satu permasalahan dan tanggung jawab baru bagi pemerintah Kabupaten Jombang. ”Forum HRD ini adalah forum untuk saling menyatukan visi dan misi. Bahwasannya Jombang adalah milik kita dan Jombang akan kita kembangkan bersama untuk kesejahteraan bersama,”pungkas Laras,  HRD PT Cheil Jedang.

    Dalam silaturahmi tersebut hadir kurang lebih 15 HRD dari perusahaan yang ada di Jombang. Diantaranya HRD PT. Cheil Jedang Ploso, HRD PT. CJ Feed Mojoagung, HRD PT. Mentari International, HRD PT. Karya Mekar, HRD PT. Seng Fong, HRD PT. Mufusuju (MPS), HRD PT. Mekar Abadi Sentosa.. Sedangkan anggota Forum HRD Jombang sampai sekarang sudah berjumlah 34 HRD. (Jodhie_SJAM)

    Coffee Morning HRD Forum Jombang dengan Bupati Jombang

    Setelah sekian lama belum terbentuk suatu organisasi yang dapat menjembatani antara peran pemerintah dengan karyawan atau dengan perusahaan itu sendiri, maka sejak tahun 2012 terbentuklah Forum HRD (Human Resources Department). Anggotanya adalah para Manager HRD di perusahaan perusahaan di Jombang. Forum HRD ini mempunyai fungsi dan tugas pokok yaitu dalam rangka mengkomunikasikan atau sebagai jejaring antara peran perusahaan itu sendiri dengan karyawannya di lingkungan sosial kerjanya, maupun dengan pemerintah yang dalam hal ini adalah Bupati Jombang untuk membreak down sebuah kebijakan kebijakan terkait dengan harmonisasi hubungan  industrial yang ingin diciptakan bersama.

    Dan bertempat di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten Jombang pada Jumat (15/3/13) diadakan silaturahmi antara Forum HRD Jombang dengan Pemerintah Kabupaten Jombang yang dikemas dalam Coffee Morning. Dalam silaturahmi tersebut para HRD perusahaan perusahaan di Jombang tersebut langsung diterima oleh Drs. H Suyanto MM Bupati Jombang. Selain Bupati, hadir dalam silaturahmi tersebut Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Jombang  diantaranya adalah Dandim 0814 Jombang, Kapolres Jombang serta Ketua Pengadilan Negeri Jombang, Plt Kepala Dinas Sosial Nakertrans Kabupaten Jombang juga beberapa Kepala Dinas dan SKPD kabupaten Jombang.

    Dalam kesempatan ini Drs. H. Suyanto, MM Bupati Jombang banyak memberikan wawasan tentang pelayanan pelayanan publik yang ada di Kabupaten Jombang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan perusahaan swasta di Jombang. Yang diharapkan kedepan akan muncul kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan swasta. Dicontohkan oleh Bupati Suyanto bahwa perusahaan tentunya akan membutuhkan yang terkait dengan pelayanan serta jaminan kesehatan untuk para karyawan maupun staf di lingkup perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu Bupati Suyanto mempersilahkan perusahaan perusahaan tersebut untuk bernegosiasi agar bisa bekerjasama dengan puskesmas atau rumah sakit daerah Jombang.

    Bupati Jombang juga menyampaikan terima kasih atas berkembangnya perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang. Karena dengan tumbuh kembangnya perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang maka setiap tahun pengangguran di Jombang dapat menurun. Bupati juga berharap suasana kerja di Kabupaten Jombang yang sudah tumbuh luar biasa dan kondusifitas kerja yang sudah bergerak pada relnya atau koridornya ini jangan sampai menjadi bias atau menjadi carut marut kembali. ”Karena saya yakin kalau perusahaan kondusif, tumbuh dan berkembang dengan baik ,laba meningkat maka pasti kesejahteraan karyawan akan meningkat. Selain itu  juga akan dapat menyerap tenaga kerja yang banyak,” ujar Bupati Suyanto.

    Bupati Suyanto juga berharap  agar perusahaan perusahaan yang besar juga dapat memproduksi barang yang dapat dipasarkan di dalam negeri. Karena tidak dipungkiri perusahaan perusahaan besar yang ada di Kabupaten Jombang hanya memproduksi barang yang dijual di luar negeri ( di export).  Dicontohkan oleh Bupati Suyanto,  PT. Cheil Jedang di Ploso, PT Pei Hei di Mojoagung, PT Mentari International, PT Karya Mekar semuanya hanya memproduksi barang yang di pasarkan di luar negeri. ”Saya berharap perusahaan perusahaan besar yang ada di kabupaten Jombang ini nantinya juga dapat memproduksi barang yang di jual di dalam negeri,” ujar Bupati Suyanto.

    Selain itu Bupati Suyanto juga mengajak para HRD ini untuk senantiasa melakukan komunikasi dengan para karyawan yang ada di perusahaan masing masing. Karena hal tersebut nantinya dapat menumbuhkan kondusifitas kerja yang baik.  ”Mari kita selalu membiasakan untuk berkomunikasi dengan para pekerja, karena hal ini sangat penting.  Sebab sering kali hal hal yang muncul, gejolak yang muncul karena faktor miss komunikasi. Oleh karena itu mari kita bangun hal tersebut mulai sekarang,” ungkap Bupati Suyanto.

    Sementara itu Laras, selaku Ketua Forum HRD Jombang menjelaskan tujuan dibentuknya Forum HRD Jombang yaitu untuk membangun serta menjalin komunikasi, dimana komunikasi adalah hal yang sangat penting. Agar segala macam masalah ketenagakerjaan yang muncul nantinya dapat diselesaikan bersama. Dengan adanya Forum HRD ini maka diharapkan suasana kerja yang ada di Jombang ini bisa kondusif.  Jangan sampai sejarah kelam permasalahan ketenaga kerjaan yang ada di Jombang terulang. Sebagai contoh dulu pabrik Maska Perkasa yang gulung tikar, sehingga ribuan karyawannya menjadi pengangguran dan tentunya itu manjadi satu permasalahan dan tanggung jawab baru bagi pemerintah Kabupaten Jombang. ”Forum HRD ini adalah forum untuk saling menyatukan visi dan misi. Bahwasannya Jombang adalah milik kita dan Jombang akan kita kembangkan bersama untuk kesejahteraan bersama,”pungkas Laras,  HRD PT Cheil Jedang.

    Dalam silaturahmi tersebut hadir kurang lebih 15 HRD dari perusahaan yang ada di Jombang. Diantaranya HRD PT. Cheil Jedang Ploso, HRD PT. CJ Feed Mojoagung, HRD PT. Mentari International, HRD PT. Karya Mekar, HRD PT. Seng Fong, HRD PT. Mufusuju (MPS), HRD PT. Mekar Abadi Sentosa.. Sedangkan anggota Forum HRD Jombang sampai sekarang sudah berjumlah 34 HRD. (Jodhie_SJAM)
    Jumat, 08 Maret 2013

    Pemimpin Teladan Dalam Pandangan Bupati Jombang Suyanto

    Bupati Suyanto  Talkshow "Jalan Keluar"  Kompas TV
    Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Pemimpin seharusnya mampu mendorong bangsa ini membangun budaya yang kuat, mandiri, dan berdaulat. Boleh saja seorang pemimpin ketika dalam proses pemilihan mendapat dukungan sedikit, tetapi yang terpenting setelah memimpin dan menjalankan pemerintahan dia didukung oleh seluruh rakyat.

    Program talkshow yang dipandu oleh Jusuf Kalla (JK), sebagai host sekaligus nara sumber. Menjawab persoalan yang tengah dihadapi masyarakat terutama seputar sosial ekonomi dan politik. JK menjawab pertanyaan tersebut dari email, twitter, dan facebook, atau bisa juga on location berdialog dengan masyarakat. Pada kesempatan tersebut (4/3/2013) JK ditemani presenter Meutya Hafid dan Bupati Jombang, Suyanto mengisi program acara Jalan Keluar yang ditayangkan oleh Kompas TV di Hotel Sahid Jakarta dengan tema Pemimpin Tauladan Rakyat.

    Dalam tanggapannya, Bupati Jombang, Suyanto memberikan gambaran tentang pemimpin yang baik sekarang ini adalah pemimpin yang berpihak pada masyarakat. “Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka yang dipimpin, kata Suyanto. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat,selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi.

    Menjawab pertanyaan dari JK akan kesuksesannya memimpin Jombang selama 2 periode, bahkan hingga 3 periode karena pernah menjadi wakil bupati, Suyanto dengan santainya menanggapi bahwa pemimpin tidak boleh mengutamakan pencitraan segala daya dan upayanya harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Pencitraan bukan menjadi tujuan utama pemimpin, tetapi bagaimana semua kebijakan yang dibuat untuk kepentingan masyarakat. Lebih lanjut dikemukakan bahwa pemimpin tidak boleh takut menentukan kebijakan yang tidak populis, yang terpenting adalah hasil daripada kebijakan tersebut ke depannnya sehinga membawa perubahan menjadi lebih baik (nothing motivates change more powerfully than a clear vision : visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi)

    Pada kesempatan itu juga diundang Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., dan Bupati Bantaeng Sulsel, Prof. DR. Ir. HM. Nurdin Abdullah, M.Agr serta para praktisi dan mahasiswa. (Aries_SJAM)

    Jakarta, 4 Maret 2013
    Radio Suara Jombang AM 

    Pemimpin Teladan Dalam Pandangan Bupati Jombang Suyanto

    Bupati Suyanto  Talkshow "Jalan Keluar"  Kompas TV
    Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Pemimpin seharusnya mampu mendorong bangsa ini membangun budaya yang kuat, mandiri, dan berdaulat. Boleh saja seorang pemimpin ketika dalam proses pemilihan mendapat dukungan sedikit, tetapi yang terpenting setelah memimpin dan menjalankan pemerintahan dia didukung oleh seluruh rakyat.

    Program talkshow yang dipandu oleh Jusuf Kalla (JK), sebagai host sekaligus nara sumber. Menjawab persoalan yang tengah dihadapi masyarakat terutama seputar sosial ekonomi dan politik. JK menjawab pertanyaan tersebut dari email, twitter, dan facebook, atau bisa juga on location berdialog dengan masyarakat. Pada kesempatan tersebut (4/3/2013) JK ditemani presenter Meutya Hafid dan Bupati Jombang, Suyanto mengisi program acara Jalan Keluar yang ditayangkan oleh Kompas TV di Hotel Sahid Jakarta dengan tema Pemimpin Tauladan Rakyat.

    Dalam tanggapannya, Bupati Jombang, Suyanto memberikan gambaran tentang pemimpin yang baik sekarang ini adalah pemimpin yang berpihak pada masyarakat. “Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Mau mendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka yang dipimpin, kata Suyanto. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat,selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi.

    Menjawab pertanyaan dari JK akan kesuksesannya memimpin Jombang selama 2 periode, bahkan hingga 3 periode karena pernah menjadi wakil bupati, Suyanto dengan santainya menanggapi bahwa pemimpin tidak boleh mengutamakan pencitraan segala daya dan upayanya harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Pencitraan bukan menjadi tujuan utama pemimpin, tetapi bagaimana semua kebijakan yang dibuat untuk kepentingan masyarakat. Lebih lanjut dikemukakan bahwa pemimpin tidak boleh takut menentukan kebijakan yang tidak populis, yang terpenting adalah hasil daripada kebijakan tersebut ke depannnya sehinga membawa perubahan menjadi lebih baik (nothing motivates change more powerfully than a clear vision : visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi)

    Pada kesempatan itu juga diundang Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., dan Bupati Bantaeng Sulsel, Prof. DR. Ir. HM. Nurdin Abdullah, M.Agr serta para praktisi dan mahasiswa. (Aries_SJAM)

    Jakarta, 4 Maret 2013
    Radio Suara Jombang AM