Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Rabu, 03 Oktober 2012
Kabupaten Jombang KLA Pratama 2012
![]() |
| Bupati Suyanto Menerima Penghargaan KLA Pratama |
Satu lagi penghargaan nasional kembali diraih kota santri. Jombang secara resmi menyandang predikat sebagai Kabupaten Layak Anak atau KLA. KLA merupakan sistem pembangunan wilayah administrasi yang mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan kegiatan pemenuhan hak anak.
Pemkab Jombang memang serius dalam mengimplementasikan program ini. Serius, karena untuk dapat melaksanakan program yang sistematis, terpadu dan berkelanjutan diperlukan adanya rumusan Rencana Aksi Daerah yang proses perumusannya dilakukan partisipatif dan melibatkan banyak pihak.
Kinerja Pemkab akhirnya dihadiahi sebuah penghargaan bergengsi tingkat nasional, KLA. Rabu (3/10/12) siang, Bupati Suyanto menerima penghargaan secara langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.
“Penghargaan ini tentu saja memiliki nilai prestisius yang tinggi dimana kami memberikan ini kepada kabupaten / kota yang memang kami nilai layak untuk disebut sebagai kabupaten / kota layak anak,” tegas Linda dihadapan Bupati dan Walikota yang hadir.
“Penghargaan ini bukanlah akhir dari segalanya, namun justru awal untuk membuat suatu perubahan terhadap kabupaten / kota untuk lebih memiliki keberpihakan terhadap hak-hak anak,” tegas istri Agum Gumelar ini.
Bupati Suyanto begitu antusias saat menerima penghargaan KLA untuk kategori pratama ini. “Layak anak saya pikir selama ini orang masih melihat dari sisi fisik, fasilitas, dari segi sarana dan prasarana saja. Padahal, layak ini tidak hanya sekedar ketersediaan sarana, namun juga terkait aturan, kebijakan yang tentunya berpihak pada kepentingan anak,” tambah Suyanto.
Menurut Bupati yang telah memimpin Jombang selama dua periode ini, Jombang telah membuat prioritas khusus dalam aturan yang berkaitan langsung dengan kepentingan anak. “Katakanlah semacam Children Crisis Center yang memberikan perlindungan terhadap anak bahkan sampai program-program yang ada pada SKPD terutama yang ada di BPPKB,” ujarnya.
“Anak jangan sampai kehilangan masa pertumbuhannya karena hal-hal yang mengandung traumatic yang diakibatkan oleh orang dewasa. Anak juga jangan dipaksa untuk pembelajaran yang bukan proporsinya, harus ada ruang bermain, ruang bereksplorasi yang pasti anak harus kita lindungi,” tambah Suyanto.
Kabupaten Jombang juga sedang menggodok program wajib belajar minimal 12 tahun. “Ada 7.600 bosda yang kita alokasikan dari APBD propinsi dan kabupaten untuk 17.600 siswa SLTA yang ada di SMU,SMK dan MA, kita prioritaskan untuk orang-orang yang tidak mampu,” tegas Bupati. (Dedi_SJAM)
Jakarta, 3 Oktober 2012
Radio Suara Jombang AM 792 Khz
Kabupaten Jombang KLA Pratama 2012
![]() |
| Bupati Suyanto Menerima Penghargaan KLA Pratama |
Satu lagi penghargaan nasional kembali diraih kota santri. Jombang
secara resmi menyandang predikat sebagai Kabupaten Layak Anak atau KLA.
KLA merupakan sistem pembangunan wilayah administrasi yang
mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan
dunia usaha, yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan dalam program
dan kegiatan pemenuhan hak anak.
Pemkab Jombang memang serius dalam mengimplementasikan program ini.
Serius, karena untuk dapat melaksanakan program yang sistematis, terpadu
dan berkelanjutan diperlukan adanya rumusan Rencana Aksi Daerah yang
proses perumusannya dilakukan partisipatif dan melibatkan banyak pihak.
Kinerja Pemkab akhirnya dihadiahi sebuah penghargaan bergengsi tingkat
nasional, KLA. Rabu (3/10/12) siang, Bupati Suyanto menerima penghargaan
secara langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Linda Gumelar.
“Penghargaan ini tentu saja memiliki nilai prestisius yang tinggi dimana
kami memberikan ini kepada kabupaten / kota yang memang kami nilai
layak untuk disebut sebagai kabupaten / kota layak anak,” tegas Linda
dihadapan Bupati dan Walikota yang hadir.
“Penghargaan ini bukanlah akhir dari segalanya, namun justru awal untuk
membuat suatu perubahan terhadap kabupaten / kota untuk lebih memiliki
keberpihakan terhadap hak-hak anak,” tegas istri Agum Gumelar ini.
Bupati Suyanto begitu antusias saat menerima penghargaan KLA untuk
kategori pratama ini. “Layak anak saya pikir selama ini orang masih
melihat dari sisi fisik, fasilitas, dari segi sarana dan prasarana saja.
Padahal, layak ini tidak hanya sekedar ketersediaan sarana, namun juga
terkait aturan, kebijakan yang tentunya berpihak pada kepentingan anak,”
tambah Suyanto.
Menurut Bupati yang telah memimpin Jombang selama dua periode ini,
Jombang telah membuat prioritas khusus dalam aturan yang berkaitan
langsung dengan kepentingan anak. “Katakanlah semacam Children Crisis
Center yang memberikan perlindungan terhadap anak bahkan sampai
program-program yang ada pada SKPD terutama yang ada di BPPKB,” ujarnya.
“Anak jangan sampai kehilangan masa pertumbuhannya karena hal-hal yang
mengandung traumatic yang diakibatkan oleh orang dewasa. Anak juga
jangan dipaksa untuk pembelajaran yang bukan proporsinya, harus ada
ruang bermain, ruang bereksplorasi yang pasti anak harus kita lindungi,”
tambah Suyanto.
Kabupaten Jombang juga sedang menggodok program wajib belajar minimal 12
tahun. “Ada 7.600 bosda yang kita alokasikan dari APBD propinsi dan
kabupaten untuk 17.600 siswa SLTA yang ada di SMU,SMK dan MA, kita
prioritaskan untuk orang-orang yang tidak mampu,” tegas Bupati.
(Dedi_SJAM)
Jakarta, 3 Oktober 2012
Radio Suara Jombang AM 792 Khz
KPP-PA Beri Penghargaan Bagi Kota Layak Anak
![]() |
| Menteri PP-PA Serahkan Penghargaan Pada Bupati Jombang |
Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, penghargaan KLA diberikan kepada kabupaten/ kota yang sistem pembangunan kotanya mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak. Pemberian penghargaan ini memang merupakan sesuatu yang prestise dan membawa kebanggaan tersendiri.
“Namun, penghargaan ini bukan merupakan tujuan akhir. Justru dengan adanya penghargaan ini para kepala daerah semakin tertantang untuk lebih memperhatian secara serius masalah tumbuh kembang dan perlindungan anak," kata Linda kepada politikindonesia.com, usai memberikan penghargaan tersebut kepada sejumlah walikota dan bupati.
Menurut Linda, kegiatan yang sudah diselenggarakan 6 tahun berturut-turut itu, tahun ini terasa istimewa ditengah begitu kuatnya keinginan untuk mewujudkan pemenuhan hak anak, khususnya melalui pencanangan KLA. Karena tahun ini sudah ada 100 kabupaten/kota yang mencanangkan KLA. Sebanyak 40 kabupaten/kota di antaranya meraih penghargaan ini.
“Para peraih penghargaan dianggap secara mandiri meningkatkan tumbuh kembang dan perlindungan anak di wilayahnya masing-masing dalam rangka memenuhi hak anak. Salah satunya hak iti adalah hak atas identitas berupa akta kelahiran yang merupakan hak dasar setiap anak," ungkap Linda.
Diungkapkan, selama ini sejumlah kota sudah ditetepkan sebagai KLA. Di antaranya Sidoarjo, Surakarta, Gorontalo dan sejumlah kota di daerah Indonesia. KLA yang dikembangkan di Indonesia saat ini baru di kota-kota kecil yang banyak tidak memiliki masalah. KLA sendiri merupakan kota yang bisa memberikan kesan aman, nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Saat ini KLA Indonesia sudah menjadi bagian dari jaringan KLA internasional Asia Pasifik Layak Anak. Di antaranya Australia, Jepang, Hongkong, Brazil, Nepal, Bangladesh dan Malaysia. Selain itu KLA Indonesia juga aktif menciptakan jaringan bilateral dengan negara Spanyol, Vietnam, Jepang dan Korea," tegas Linda.
Sejalan dengan upaya untuk mewujudkan kabupaten/kota menuju KLA, lanjut Linda, jumlah kabupaten/kota yang menyusun kebijakan daerah terkait pemberian akta kelahiran gratis juga mengalami peningkatan pesat, baik dari segi kualitas dan kuantitas. Secara kuantitas, hingga tahun 2011 ada 244 kabupaten/kota yang telah memiliki kebijakan daerah bagi pemberian akta kelahiran gratis.
“Pada tahun ini bertambah 33 kabupaten/kota yang mempunyai komitmen kuat untuk memberikan akta kelahiran gratis bagi anak-anak. Jadi hingga tahun ini, sudah lebih dari setengah jumlah kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki kebijakan pemberian akta kelahiran gratis," ujarnya.
Dijelaskan, penghargaan itu terdiri dari beberapa kategori. Yaitu, pertama, Nindya yang diberikan kepada 3 kota (Surakarta, Surabaya dan Denpasar) dan 1 kabupaten (Badung, Bali). Kedua, kategori Madya diberikan kepada 4 kota (Padang, Sukabumi, Yogyakarta dan Magelang) serta 7 kabupaten (di antaranya Tulungangung, Malang, Kudus dan Sidoarjo).
“Sementara kategori ketiga, Pratama diberikan kepada 7 kota (di antaranya Malang, Sragen, Sleman dan Pariaman) dan 15 kabupaten (di antaranya Wonosobo, Jombang, Kebumen dan, Gorontalo. Kategori keempat yaitu Ternominasi dan Apresiasi Khusus diberikan kepada 2 kota (Kupang dan Ambon) serta 1 kabupaten (Sintang)," paparnya (Dedi_SJAM)
Jakarta, 3 Oktober 2012
Radio Suara Jombang AM 792 Khz
KPP-PA Beri Penghargaan Bagi Kota Layak Anak
![]() |
| Menteri PP-PA Serahkan Penghargaan Pada Bupati Jombang |
Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari
Gumelar mengatakan, penghargaan KLA diberikan kepada kabupaten/ kota yang
sistem pembangunan kotanya mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan
berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak
anak. Pemberian penghargaan ini memang merupakan sesuatu yang prestise dan
membawa kebanggaan tersendiri.
“Namun, penghargaan ini bukan
merupakan tujuan akhir. Justru dengan adanya penghargaan ini para kepala daerah
semakin tertantang untuk lebih memperhatian secara serius masalah tumbuh
kembang dan perlindungan anak," kata Linda kepada politikindonesia.com,
usai memberikan penghargaan tersebut kepada sejumlah walikota dan bupati.
Menurut Linda, kegiatan yang
sudah diselenggarakan 6 tahun berturut-turut itu, tahun ini terasa istimewa
ditengah begitu kuatnya keinginan untuk mewujudkan pemenuhan hak anak,
khususnya melalui pencanangan KLA. Karena tahun ini sudah ada 100 kabupaten/kota
yang mencanangkan KLA. Sebanyak 40 kabupaten/kota di antaranya meraih
penghargaan ini.
“Para peraih penghargaan dianggap
secara mandiri meningkatkan tumbuh kembang dan perlindungan anak di wilayahnya
masing-masing dalam rangka memenuhi hak anak. Salah satunya hak iti adalah hak
atas identitas berupa akta kelahiran yang merupakan hak dasar setiap
anak," ungkap Linda.
Diungkapkan, selama ini sejumlah
kota sudah ditetepkan sebagai KLA. Di antaranya Sidoarjo, Surakarta, Gorontalo
dan sejumlah kota di daerah Indonesia. KLA yang dikembangkan di Indonesia saat
ini baru di kota-kota kecil yang banyak tidak memiliki masalah. KLA sendiri
merupakan kota yang bisa memberikan kesan aman, nyaman bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak.
"Saat ini KLA Indonesia sudah
menjadi bagian dari jaringan KLA internasional Asia Pasifik Layak Anak. Di
antaranya Australia, Jepang, Hongkong, Brazil, Nepal, Bangladesh dan Malaysia.
Selain itu KLA Indonesia juga aktif menciptakan jaringan bilateral dengan
negara Spanyol, Vietnam, Jepang dan Korea," tegas Linda.
Sejalan dengan upaya untuk
mewujudkan kabupaten/kota menuju KLA, lanjut Linda, jumlah kabupaten/kota yang
menyusun kebijakan daerah terkait pemberian akta kelahiran gratis juga
mengalami peningkatan pesat, baik dari segi kualitas dan kuantitas. Secara
kuantitas, hingga tahun 2011 ada 244 kabupaten/kota yang telah memiliki
kebijakan daerah bagi pemberian akta kelahiran gratis.
“Pada tahun ini bertambah 33
kabupaten/kota yang mempunyai komitmen kuat untuk memberikan akta kelahiran
gratis bagi anak-anak. Jadi hingga tahun ini, sudah lebih dari setengah jumlah
kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki kebijakan pemberian akta kelahiran
gratis," ujarnya.
Dijelaskan, penghargaan itu
terdiri dari beberapa kategori. Yaitu, pertama, Nindya yang diberikan kepada 3
kota (Surakarta, Surabaya dan Denpasar) dan 1 kabupaten (Badung, Bali). Kedua,
kategori Madya diberikan kepada 4 kota (Padang, Sukabumi, Yogyakarta dan
Magelang) serta 7 kabupaten (di antaranya Tulungangung, Malang, Kudus dan
Sidoarjo).
“Sementara kategori ketiga,
Pratama diberikan kepada 7 kota (di antaranya Malang, Sragen, Sleman dan
Pariaman) dan 15 kabupaten (di antaranya Wonosobo, Jombang, Kebumen dan,
Gorontalo. Kategori keempat yaitu Ternominasi dan Apresiasi Khusus diberikan
kepada 2 kota (Kupang dan Ambon) serta 1 kabupaten (Sintang)," paparnya (Dedi_SJAM)
Jakarta, 3 Oktober 2012
Radio Suara Jombang AM 792 Khz
Langganan:
Postingan
(Atom)




