Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Senin, 06 Agustus 2012

    Stiker BBM Non Subsidi Ditempel di Mobil Dinas Pejabat Jombang


    Peraturan pemerintah terkait pengunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus berkembang. Mengingat pengguna BBM subsidi makin tak terkendali, pemerintah menetapkan aturan bahwa mobil dinas dilarang keras menggunakannya.

    “Mulai 1 Agustus 2012, ini diberlakukan di Jawa, Bali termasuk Jawa Timur bahwa mobil dinas pemerintah termasuk BUMN, BUMD, TNI dan Polri  dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Ini ditandai dengan pemasangan stiker di bagian kaca depan dan belakang,” tegas Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno.

    Stiker bertuliskan “mobil ini tidak menggunakan BBM bersubsidi” tersebut  ditempel secara simbolis di mobil dinas forpinda (forum pimpinan daerah) dan Bupati serta Wabup pada Selasa (31/7) sore di pendopo Pemkab Jombang. Menurut Widjono, tak hanya para pejabat dinas yang dikenai sanksi jika terbukti melanggar aturan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah tersebut, namun pemilik SPBU juga akan terkena imbasnya.

    “Yang pasti tidak hanya yang membeli yang kena sanksi, SPBU yang menjual BBM bersubsidi kepada mobil dinas yang berstiker seperti ini juga akan dikenai sanksi,” tegas Wabup. Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan, Widjono menjelaskan sanksi dapat berupa teguran sampai pencabutan izin SPBU.

    “Jika ketahuan, bisa saja ijinnya dicabut,” jawab Wabup singkat.  Penempelan stiker di halaman pendopo ini disaksikan oleh segenap pejabat lingkup pemkab dan segenap insan media. Dalam penempelan stiker tersebut, secara simbolis mobil dinas Wabup, Sekdakab, Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan dan Kajari ditempeli stiker secara bersamaan di depan media yang meliput. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 2 Agustus 2012
    Radio Suara Jombang AM

    Stiker BBM Non Subsidi Ditempel di Mobil Dinas Pejabat Jombang


    Peraturan pemerintah terkait pengunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus berkembang. Mengingat pengguna BBM subsidi makin tak terkendali, pemerintah menetapkan aturan bahwa mobil dinas dilarang keras menggunakannya.

    “Mulai 1 Agustus 2012, ini diberlakukan di Jawa, Bali termasuk Jawa Timur bahwa mobil dinas pemerintah termasuk BUMN, BUMD, TNI dan Polri  dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Ini ditandai dengan pemasangan stiker di bagian kaca depan dan belakang,” tegas Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno.

    Stiker bertuliskan “mobil ini tidak menggunakan BBM bersubsidi” tersebut  ditempel secara simbolis di mobil dinas forpinda (forum pimpinan daerah) dan Bupati serta Wabup pada Selasa (31/7) sore di pendopo Pemkab Jombang. Menurut Widjono, tak hanya para pejabat dinas yang dikenai sanksi jika terbukti melanggar aturan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah tersebut, namun pemilik SPBU juga akan terkena imbasnya.

    “Yang pasti tidak hanya yang membeli yang kena sanksi, SPBU yang menjual BBM bersubsidi kepada mobil dinas yang berstiker seperti ini juga akan dikenai sanksi,” tegas Wabup. Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan, Widjono menjelaskan sanksi dapat berupa teguran sampai pencabutan izin SPBU.

    “Jika ketahuan, bisa saja ijinnya dicabut,” jawab Wabup singkat.  Penempelan stiker di halaman pendopo ini disaksikan oleh segenap pejabat lingkup pemkab dan segenap insan media. Dalam penempelan stiker tersebut, secara simbolis mobil dinas Wabup, Sekdakab, Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan dan Kajari ditempeli stiker secara bersamaan di depan media yang meliput. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 2 Agustus 2012
    Radio Suara Jombang AM

    Menggugah Kepedulian Masyarakat Gelar Tablig Anti Narkoba


    Pelajar mulai menjadi bidikan utama para pengedar narkoba. Sebab sekarang ini dengan seribu rupiah sudah bisa dapat narkoba. “Dari 81 tersangka yang kita amankan tahun ini, 12 diantaaranya adalah pelajar,” tutur  Kapolres AKBP Tribisono Soemiharso saat menghadiri  Tablig Antinarkoba kerjasama  PC NU dan BNK Jombang di Masjid AL-Hikmah Desa Sengon Kecamatan Jombang pada Selasa (24/7).

    Itulah sebabnya, kapolres Tribisono  menghimbau orang tua lebih peduli terhadap anak-anaknya. “Melalui tablig ini, kita berharap kepedulian masyarakat terhadap narkoba bisa semakin meningkat sehingga kita bisa bersama-sama menekan peredarannya,” tandasnya.

    Hal yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Widjono Soeparno yang juga ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Jombang. “Peran serta dari seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan termasuk dalam menekan peredaran narkoba ini,”tuturnya.

    Pemerintah sendiri menurutnya sangat serius dalam memberantas narkoba. “Visi pemerintah untuk mewujudkan Jombang yang sejahtera dalam agamis akan bisa terwujud jika seluruh masyarakatnya rukun dan situasinya kondusif. Untuk itu, anak-anak harus bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya dan diselamatkan dan dari narkoba,” tuturnya.

    KH Hasan Hasibuan, Rois Syuriah MWCNU Jombang sendiri menyambut baik kerjasama yang telah berjalan empat tahun itu. “Ada dua golongan yang jika ada, bisa membuat masyarakat sejahtera. Yakni pemimpin yang adil dan ulama yang mengamalkan ilmunya. Syukurlah di Jombang dan Indonesia keduanya bisa kita temui,” tuturnya

    Sementara itu, dai kondang Mbah Bolong dalam tausiahnya menyampaikan bahwa ada dua kenikmatan paling besar yang diberikan ALLAH. Yakni iman dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. “Nah, yang coba direbut syetan dari kita itu adalah iman. Dan salah satu cara merebutnya adalah dengan membuat kita menenggak miras dan narkoba,” tuturnya. Sebab orang yang mengkonsumsi narkoba  akan putus dari rahmat ALLAH sehingga mati jelek jika tidak bertobat.(wati_sjam)

    Jombang,  25 Juli 2012
    Radio Suara Jombang AM
     

    Menggugah Kepedulian Masyarakat Gelar Tablig Anti Narkoba


    Pelajar mulai menjadi bidikan utama para pengedar narkoba. Sebab sekarang ini dengan seribu rupiah sudah bisa dapat narkoba. “Dari 81 tersangka yang kita amankan tahun ini, 12 diantaaranya adalah pelajar,” tutur  Kapolres AKBP Tribisono Soemiharso saat menghadiri  Tablig Antinarkoba kerjasama  PC NU dan BNK Jombang di Masjid AL-Hikmah Desa Sengon Kecamatan Jombang pada Selasa (24/7).

    Itulah sebabnya, kapolres Tribisono  menghimbau orang tua lebih peduli terhadap anak-anaknya. “Melalui tablig ini, kita berharap kepedulian masyarakat terhadap narkoba bisa semakin meningkat sehingga kita bisa bersama-sama menekan peredarannya,” tandasnya.

    Hal yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Widjono Soeparno yang juga ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Jombang. “Peran serta dari seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan termasuk dalam menekan peredaran narkoba ini,”tuturnya.

    Pemerintah sendiri menurutnya sangat serius dalam memberantas narkoba. “Visi pemerintah untuk mewujudkan Jombang yang sejahtera dalam agamis akan bisa terwujud jika seluruh masyarakatnya rukun dan situasinya kondusif. Untuk itu, anak-anak harus bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya dan diselamatkan dan dari narkoba,” tuturnya.

    KH Hasan Hasibuan, Rois Syuriah MWCNU Jombang sendiri menyambut baik kerjasama yang telah berjalan empat tahun itu. “Ada dua golongan yang jika ada, bisa membuat masyarakat sejahtera. Yakni pemimpin yang adil dan ulama yang mengamalkan ilmunya. Syukurlah di Jombang dan Indonesia keduanya bisa kita temui,” tuturnya

    Sementara itu, dai kondang Mbah Bolong dalam tausiahnya menyampaikan bahwa ada dua kenikmatan paling besar yang diberikan ALLAH. Yakni iman dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. “Nah, yang coba direbut syetan dari kita itu adalah iman. Dan salah satu cara merebutnya adalah dengan membuat kita menenggak miras dan narkoba,” tuturnya. Sebab orang yang mengkonsumsi narkoba  akan putus dari rahmat ALLAH sehingga mati jelek jika tidak bertobat.(wati_sjam)

    Jombang,  25 Juli 2012
    Radio Suara Jombang AM