Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Senin, 07 November 2011
SMAM Jombang Sabet Juara di Kompetisi Replika Jembatan
Satu lagi prestasi siswa Jombang yang patut diapresiasi. Kompetisi merancang dan mendesain model rangka jembatan yang digelar oleh Politeknik Negeri Malang berhasil dijuarai oleh siswa SMA Muhammadiyah Jombang. Meski tak menjadi juara pertama, namun 2 tim yang dikirim oleh SMAM berhasil menyabet juara 2 dan juara 3 menyisihkan 14 kontestan lain dari seluruh Jawa Timur.
Dua tim yang dikirim SMA Muhammadiyah masing-masing beranggotakan 2 siswa. Tim 1 dengan Pembina Drs. Arif Kuswirasasono, MM.Pd beranggotakan Galih Nur Cahyono dan Ahmad Towin. Sedangkan tim 2 dengan Pembina Samsul Mu’arif S.Pd juga memiliki 2 anggota yakni Nanda Tri Kurniawan dan Muhammad Rizaul Fiqih.
Drs. Arif Kuswirasasono selaku pembina menyatakan tingkat kesulitan ada pada pemilihan bahan utama yakni alumunium. “Ketebalan alumunium yang ditetapkan panitia sulit dicari di Jombang, namun kita tetap mencari yang mendekati,” tegasnya. Hal itu juga diamini pembina tim 2 Samsul Mu’arif. Menurutnya, kontur bahan dan tingkat ketebalan sangat berpengaruh dalam penilaian. “Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah kemampuan model jembatan menerima beban vertical, lendutan minimum, berat dan keindahan,” tuturnya.
Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kompetisi Model Jembatan Rangka (KMJR) 2011 antar siswa SMA se Jawa Timur, Sabtu (22/10) lalu. Pemenangnya berhak menjadi mahasiswa jurusan teknik sipil Polinema melalui jalur penerimaan siswa berprestasi (PSB). “Membuat rangka jembatan ini membutuhkan kecakapan karena tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena itu kami ingin mengenalkan keahlian ini kepada siswa SMA,” ungkap Ketua Panitia KMJR 2011 Polinema, Djoko Trijanto seperti yang dilansir situs resmi Polinema Malang.
Koordinator Teknis lomba, Marjono menuturkan dalam bidang pekerjaan teknik sipil, pembangunan jembatan adalah teknik yang harus dikuasai. Sebab di Indonesia tugas membangun jembatan ini sangat mungkin dibutuhkan mengingat banyak daerah yang dipisahkan oleh sungai sehingga membutuhkan keberadaan jembatan. Disisi lain pengerjaan jembatan memiliki tingkat resiko dan kesulitan tinggi.
Dalam kompetisi tersebut setiap kelompok yang terdiri dari dua siswa membuat model rangka jembatan dengan ketentuan yang ditetapkan panitia. Seperti ukuran model jembatan panjang, bahan alumunium dan lainnya. Perancangan dan pembuatan model dilakukan di luar jadwal lomba, sementara perakitan antar segmen dilakukan di tempat lomba. (Dedi_Radio Suara Jombang AM)
Jombang, 7 Nopember 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Dua tim yang dikirim SMA Muhammadiyah masing-masing beranggotakan 2 siswa. Tim 1 dengan Pembina Drs. Arif Kuswirasasono, MM.Pd beranggotakan Galih Nur Cahyono dan Ahmad Towin. Sedangkan tim 2 dengan Pembina Samsul Mu’arif S.Pd juga memiliki 2 anggota yakni Nanda Tri Kurniawan dan Muhammad Rizaul Fiqih.
Drs. Arif Kuswirasasono selaku pembina menyatakan tingkat kesulitan ada pada pemilihan bahan utama yakni alumunium. “Ketebalan alumunium yang ditetapkan panitia sulit dicari di Jombang, namun kita tetap mencari yang mendekati,” tegasnya. Hal itu juga diamini pembina tim 2 Samsul Mu’arif. Menurutnya, kontur bahan dan tingkat ketebalan sangat berpengaruh dalam penilaian. “Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah kemampuan model jembatan menerima beban vertical, lendutan minimum, berat dan keindahan,” tuturnya.
Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kompetisi Model Jembatan Rangka (KMJR) 2011 antar siswa SMA se Jawa Timur, Sabtu (22/10) lalu. Pemenangnya berhak menjadi mahasiswa jurusan teknik sipil Polinema melalui jalur penerimaan siswa berprestasi (PSB). “Membuat rangka jembatan ini membutuhkan kecakapan karena tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena itu kami ingin mengenalkan keahlian ini kepada siswa SMA,” ungkap Ketua Panitia KMJR 2011 Polinema, Djoko Trijanto seperti yang dilansir situs resmi Polinema Malang.
Koordinator Teknis lomba, Marjono menuturkan dalam bidang pekerjaan teknik sipil, pembangunan jembatan adalah teknik yang harus dikuasai. Sebab di Indonesia tugas membangun jembatan ini sangat mungkin dibutuhkan mengingat banyak daerah yang dipisahkan oleh sungai sehingga membutuhkan keberadaan jembatan. Disisi lain pengerjaan jembatan memiliki tingkat resiko dan kesulitan tinggi.
Dalam kompetisi tersebut setiap kelompok yang terdiri dari dua siswa membuat model rangka jembatan dengan ketentuan yang ditetapkan panitia. Seperti ukuran model jembatan panjang, bahan alumunium dan lainnya. Perancangan dan pembuatan model dilakukan di luar jadwal lomba, sementara perakitan antar segmen dilakukan di tempat lomba. (Dedi_Radio Suara Jombang AM)
Jombang, 7 Nopember 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
SMAM Jombang Sabet Juara di Kompetisi Replika Jembatan
Satu lagi prestasi siswa Jombang yang patut diapresiasi. Kompetisi merancang dan mendesain model rangka jembatan yang digelar oleh Politeknik Negeri Malang berhasil dijuarai oleh siswa SMA Muhammadiyah Jombang. Meski tak menjadi juara pertama, namun 2 tim yang dikirim oleh SMAM berhasil menyabet juara 2 dan juara 3 menyisihkan 14 kontestan lain dari seluruh Jawa Timur.
Dua tim yang dikirim SMA Muhammadiyah masing-masing beranggotakan 2 siswa. Tim 1 dengan Pembina Drs. Arif Kuswirasasono, MM.Pd beranggotakan Galih Nur Cahyono dan Ahmad Towin. Sedangkan tim 2 dengan Pembina Samsul Mu’arif S.Pd juga memiliki 2 anggota yakni Nanda Tri Kurniawan dan Muhammad Rizaul Fiqih.
Drs. Arif Kuswirasasono selaku pembina menyatakan tingkat kesulitan ada pada pemilihan bahan utama yakni alumunium. “Ketebalan alumunium yang ditetapkan panitia sulit dicari di Jombang, namun kita tetap mencari yang mendekati,” tegasnya. Hal itu juga diamini pembina tim 2 Samsul Mu’arif. Menurutnya, kontur bahan dan tingkat ketebalan sangat berpengaruh dalam penilaian. “Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah kemampuan model jembatan menerima beban vertical, lendutan minimum, berat dan keindahan,” tuturnya.
Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kompetisi Model Jembatan Rangka (KMJR) 2011 antar siswa SMA se Jawa Timur, Sabtu (22/10) lalu. Pemenangnya berhak menjadi mahasiswa jurusan teknik sipil Polinema melalui jalur penerimaan siswa berprestasi (PSB). “Membuat rangka jembatan ini membutuhkan kecakapan karena tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena itu kami ingin mengenalkan keahlian ini kepada siswa SMA,” ungkap Ketua Panitia KMJR 2011 Polinema, Djoko Trijanto seperti yang dilansir situs resmi Polinema Malang.
Koordinator Teknis lomba, Marjono menuturkan dalam bidang pekerjaan teknik sipil, pembangunan jembatan adalah teknik yang harus dikuasai. Sebab di Indonesia tugas membangun jembatan ini sangat mungkin dibutuhkan mengingat banyak daerah yang dipisahkan oleh sungai sehingga membutuhkan keberadaan jembatan. Disisi lain pengerjaan jembatan memiliki tingkat resiko dan kesulitan tinggi.
Dalam kompetisi tersebut setiap kelompok yang terdiri dari dua siswa membuat model rangka jembatan dengan ketentuan yang ditetapkan panitia. Seperti ukuran model jembatan panjang, bahan alumunium dan lainnya. Perancangan dan pembuatan model dilakukan di luar jadwal lomba, sementara perakitan antar segmen dilakukan di tempat lomba. (Dedi_Radio Suara Jombang AM)
Jombang, 7 Nopember 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Dua tim yang dikirim SMA Muhammadiyah masing-masing beranggotakan 2 siswa. Tim 1 dengan Pembina Drs. Arif Kuswirasasono, MM.Pd beranggotakan Galih Nur Cahyono dan Ahmad Towin. Sedangkan tim 2 dengan Pembina Samsul Mu’arif S.Pd juga memiliki 2 anggota yakni Nanda Tri Kurniawan dan Muhammad Rizaul Fiqih.
Drs. Arif Kuswirasasono selaku pembina menyatakan tingkat kesulitan ada pada pemilihan bahan utama yakni alumunium. “Ketebalan alumunium yang ditetapkan panitia sulit dicari di Jombang, namun kita tetap mencari yang mendekati,” tegasnya. Hal itu juga diamini pembina tim 2 Samsul Mu’arif. Menurutnya, kontur bahan dan tingkat ketebalan sangat berpengaruh dalam penilaian. “Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah kemampuan model jembatan menerima beban vertical, lendutan minimum, berat dan keindahan,” tuturnya.
Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kompetisi Model Jembatan Rangka (KMJR) 2011 antar siswa SMA se Jawa Timur, Sabtu (22/10) lalu. Pemenangnya berhak menjadi mahasiswa jurusan teknik sipil Polinema melalui jalur penerimaan siswa berprestasi (PSB). “Membuat rangka jembatan ini membutuhkan kecakapan karena tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena itu kami ingin mengenalkan keahlian ini kepada siswa SMA,” ungkap Ketua Panitia KMJR 2011 Polinema, Djoko Trijanto seperti yang dilansir situs resmi Polinema Malang.
Koordinator Teknis lomba, Marjono menuturkan dalam bidang pekerjaan teknik sipil, pembangunan jembatan adalah teknik yang harus dikuasai. Sebab di Indonesia tugas membangun jembatan ini sangat mungkin dibutuhkan mengingat banyak daerah yang dipisahkan oleh sungai sehingga membutuhkan keberadaan jembatan. Disisi lain pengerjaan jembatan memiliki tingkat resiko dan kesulitan tinggi.
Dalam kompetisi tersebut setiap kelompok yang terdiri dari dua siswa membuat model rangka jembatan dengan ketentuan yang ditetapkan panitia. Seperti ukuran model jembatan panjang, bahan alumunium dan lainnya. Perancangan dan pembuatan model dilakukan di luar jadwal lomba, sementara perakitan antar segmen dilakukan di tempat lomba. (Dedi_Radio Suara Jombang AM)
Jombang, 7 Nopember 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Kamis, 03 November 2011
Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah Janji
Sebanyak 490 CPNS Pemerintah Kabupaten Jombang formasi tahun 2009/2010 menerima SK pengangkatan PNS pada Rabu, 2 Nopember 2011 bertempat di pendopo Kabupaten Jombang. Pembacaan SK Bupati Jombang Tentang Pengangkatan PNS Kab. Jombang oleh Drs. Mahmud MSi., kepala BKD Jombang.
Bupati Jombang , Drs. H. Suyanto, MSi dalam sambutannya mengajak seluruh PNS yang baru untuk selalu jujur dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai abdi negara. “Jangan pernah mempermainkan pilihan hidup anda sebagai seorang PNS, jalani dengan totalitas dan penuh dedikasi”, tuturnya.
Menanggapi tentang sumpah jabatan yang baru saja diucapkan, Bupati berharap hal itu bukan hanya dilakukan sebagai ritual atau formalitas saja. “Sumpah jabatan merupakan tekad PNS dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak”. Hal itu, lanjut Bupati bisa dilakukan dengan mematuhi segala regulasi yang berlaku . Misalnya ketentuan tentang kepegawaian dan disiplin PNS.
Bupati juga berpesan agar para PNS memahami bahwa mereka adalah abdi masyarakat sehingga paradigma untuk melayani masyarakat benar-benar terpatri dalam benak mereka. “PNS harus menjadi pelayan rakyat dengan melakukan yang terbaik sesuai bidang kita masing-masing” ujarnya.
Dalam rangka berkontribusi dalam reformasi birokrasi, Bupati juga mengajak para PNS untuk memiliki etos kerja yang tinggi serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.” Begitu cepatnya arus informasi dan tehnologi, ini harus diikuti oleh birokrasi . Birokrasi kedepan harus berbenah diri untuk setiap saat melakukan peningkatan kwalitas dan kapasitas kelembagaannya sehingga tercipta pemerintahan yang efektif, efisien dan pemerintahan yang bersih yang mampu menjawab serta memenuhi tuntutan dasar masyarakat”, tuturnya
Dari 490 CPNS tersebut, adalah pengadaan PNS tahun 2009-2010.” Adapun rincian dari jumlah tersebut sebanyak 211 orang fungsional pendidikan dari umum. Fungsional kesehatan 89 orang. Yakni 82 dari umum dan khusus 7 orang. Untuk fungsional umum ada 190 orang. Dengan rincian dari umum 28 orang dan dari honorer sebanyak 162 orang”, tutur M. Saleh Sekretaris BKD Jombang.
Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang M. Munif Kusnan SH,MSi, para Kepala SKPD, dan Camat. (Wati_SJAM)
Jombang, 2 November 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Bupati Jombang , Drs. H. Suyanto, MSi dalam sambutannya mengajak seluruh PNS yang baru untuk selalu jujur dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai abdi negara. “Jangan pernah mempermainkan pilihan hidup anda sebagai seorang PNS, jalani dengan totalitas dan penuh dedikasi”, tuturnya.
Menanggapi tentang sumpah jabatan yang baru saja diucapkan, Bupati berharap hal itu bukan hanya dilakukan sebagai ritual atau formalitas saja. “Sumpah jabatan merupakan tekad PNS dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak”. Hal itu, lanjut Bupati bisa dilakukan dengan mematuhi segala regulasi yang berlaku . Misalnya ketentuan tentang kepegawaian dan disiplin PNS.
Bupati juga berpesan agar para PNS memahami bahwa mereka adalah abdi masyarakat sehingga paradigma untuk melayani masyarakat benar-benar terpatri dalam benak mereka. “PNS harus menjadi pelayan rakyat dengan melakukan yang terbaik sesuai bidang kita masing-masing” ujarnya.
Dalam rangka berkontribusi dalam reformasi birokrasi, Bupati juga mengajak para PNS untuk memiliki etos kerja yang tinggi serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.” Begitu cepatnya arus informasi dan tehnologi, ini harus diikuti oleh birokrasi . Birokrasi kedepan harus berbenah diri untuk setiap saat melakukan peningkatan kwalitas dan kapasitas kelembagaannya sehingga tercipta pemerintahan yang efektif, efisien dan pemerintahan yang bersih yang mampu menjawab serta memenuhi tuntutan dasar masyarakat”, tuturnya
Dari 490 CPNS tersebut, adalah pengadaan PNS tahun 2009-2010.” Adapun rincian dari jumlah tersebut sebanyak 211 orang fungsional pendidikan dari umum. Fungsional kesehatan 89 orang. Yakni 82 dari umum dan khusus 7 orang. Untuk fungsional umum ada 190 orang. Dengan rincian dari umum 28 orang dan dari honorer sebanyak 162 orang”, tutur M. Saleh Sekretaris BKD Jombang.
Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang M. Munif Kusnan SH,MSi, para Kepala SKPD, dan Camat. (Wati_SJAM)
Jombang, 2 November 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah Janji
Sebanyak 490 CPNS Pemerintah Kabupaten Jombang formasi tahun 2009/2010 menerima SK pengangkatan PNS pada Rabu, 2 Nopember 2011 bertempat di pendopo Kabupaten Jombang. Pembacaan SK Bupati Jombang Tentang Pengangkatan PNS Kab. Jombang oleh Drs. Mahmud MSi., kepala BKD Jombang.
Bupati Jombang , Drs. H. Suyanto, MSi dalam sambutannya mengajak seluruh PNS yang baru untuk selalu jujur dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai abdi negara. “Jangan pernah mempermainkan pilihan hidup anda sebagai seorang PNS, jalani dengan totalitas dan penuh dedikasi”, tuturnya.
Menanggapi tentang sumpah jabatan yang baru saja diucapkan, Bupati berharap hal itu bukan hanya dilakukan sebagai ritual atau formalitas saja. “Sumpah jabatan merupakan tekad PNS dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak”. Hal itu, lanjut Bupati bisa dilakukan dengan mematuhi segala regulasi yang berlaku . Misalnya ketentuan tentang kepegawaian dan disiplin PNS.
Bupati juga berpesan agar para PNS memahami bahwa mereka adalah abdi masyarakat sehingga paradigma untuk melayani masyarakat benar-benar terpatri dalam benak mereka. “PNS harus menjadi pelayan rakyat dengan melakukan yang terbaik sesuai bidang kita masing-masing” ujarnya.
Dalam rangka berkontribusi dalam reformasi birokrasi, Bupati juga mengajak para PNS untuk memiliki etos kerja yang tinggi serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.” Begitu cepatnya arus informasi dan tehnologi, ini harus diikuti oleh birokrasi . Birokrasi kedepan harus berbenah diri untuk setiap saat melakukan peningkatan kwalitas dan kapasitas kelembagaannya sehingga tercipta pemerintahan yang efektif, efisien dan pemerintahan yang bersih yang mampu menjawab serta memenuhi tuntutan dasar masyarakat”, tuturnya
Dari 490 CPNS tersebut, adalah pengadaan PNS tahun 2009-2010.” Adapun rincian dari jumlah tersebut sebanyak 211 orang fungsional pendidikan dari umum. Fungsional kesehatan 89 orang. Yakni 82 dari umum dan khusus 7 orang. Untuk fungsional umum ada 190 orang. Dengan rincian dari umum 28 orang dan dari honorer sebanyak 162 orang”, tutur M. Saleh Sekretaris BKD Jombang.
Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang M. Munif Kusnan SH,MSi, para Kepala SKPD, dan Camat. (Wati_SJAM)
Jombang, 2 November 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Bupati Jombang , Drs. H. Suyanto, MSi dalam sambutannya mengajak seluruh PNS yang baru untuk selalu jujur dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai abdi negara. “Jangan pernah mempermainkan pilihan hidup anda sebagai seorang PNS, jalani dengan totalitas dan penuh dedikasi”, tuturnya.
Menanggapi tentang sumpah jabatan yang baru saja diucapkan, Bupati berharap hal itu bukan hanya dilakukan sebagai ritual atau formalitas saja. “Sumpah jabatan merupakan tekad PNS dan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak”. Hal itu, lanjut Bupati bisa dilakukan dengan mematuhi segala regulasi yang berlaku . Misalnya ketentuan tentang kepegawaian dan disiplin PNS.
Bupati juga berpesan agar para PNS memahami bahwa mereka adalah abdi masyarakat sehingga paradigma untuk melayani masyarakat benar-benar terpatri dalam benak mereka. “PNS harus menjadi pelayan rakyat dengan melakukan yang terbaik sesuai bidang kita masing-masing” ujarnya.
Dalam rangka berkontribusi dalam reformasi birokrasi, Bupati juga mengajak para PNS untuk memiliki etos kerja yang tinggi serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.” Begitu cepatnya arus informasi dan tehnologi, ini harus diikuti oleh birokrasi . Birokrasi kedepan harus berbenah diri untuk setiap saat melakukan peningkatan kwalitas dan kapasitas kelembagaannya sehingga tercipta pemerintahan yang efektif, efisien dan pemerintahan yang bersih yang mampu menjawab serta memenuhi tuntutan dasar masyarakat”, tuturnya
Dari 490 CPNS tersebut, adalah pengadaan PNS tahun 2009-2010.” Adapun rincian dari jumlah tersebut sebanyak 211 orang fungsional pendidikan dari umum. Fungsional kesehatan 89 orang. Yakni 82 dari umum dan khusus 7 orang. Untuk fungsional umum ada 190 orang. Dengan rincian dari umum 28 orang dan dari honorer sebanyak 162 orang”, tutur M. Saleh Sekretaris BKD Jombang.
Hadir dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang M. Munif Kusnan SH,MSi, para Kepala SKPD, dan Camat. (Wati_SJAM)
Jombang, 2 November 2011
Tim Liputan Radio Suara Jombang AM
Langganan:
Postingan
(Atom)


