Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Rabu, 05 Oktober 2011

    Sebanyak 1062 CJH Jombang Siap Diberangkatkan

    Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang tahun ini bakal memberangkatkan 1062 Calon Jamaah Haji (CJH) ke tanah suci. Rencananya ribuan calon jamaah haji tersebut terbagi ke dalam 4 kelompok terbang (kloter) yakni 32,33,34 dan 92.

    Para warga yang hendak menunaikan rukun islam yang ke lima itu, hari ini (4/10)sudah mengikuti seremonial penutupan manasik dan pelepasan jamaah calon haji oleh Bupati Jombang yang di wakili oleh Widjono Suparno wakil bupati Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang. Keberangkatan CJH sendiri pada Kamis,13 Oktober mendatang.

    Dari 1062 calon jamaah haji itu terdiri dari 494 laki-laki dan 568 perempuan. Dengan rincian kloter 32 sebanyak 169 CJH kabupaten Jombang yang akan bergabung dengan CJH diluar Kabupaten Jombang. Kloter 33 sejumlah 445 CJH dari Jombang. Kloter 34 sejumlah 445 CJH dari Jombang dan kloter 92 sejumlah 3 CJH dari Jombang.

    Kepala Kementrian Agama Kabupaten Jombang, Suyudi mengatakan, pemberangkatan akan dilakukan di Pendopo Kabupaten Jombang 2 tahap. Kloter 32 dan 33 pada jam 11.00 WIB. Kloter 34 jam 13.00 WIB. “Khusus kloter 92 sebanyak 3 orang akan menyusul dan tidak diberangkatkan dari pendopo “, tutur Suyudi. Tiga kloter itu langsung menuju ke asrama haji di Sukolilo, Surabaya.

    Wakil Bupati Jombang Widjono Suparno kepada calon jamaah haji berharap agar menjalankan ibadah haji dengan baik. Selain itu juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga fisik, kesehatan, menjaga sikap dan berkerjasama yang baik dengan para jamaah.

    Sesampainya di Surabaya pada (13/10) CJH hanya transit selama 24 jam. Setelah itu mereka langsung terbang ke Arab Saudi. CJH juga dilarang membawa sesuatu yang mudah meledak termasuk korek api, maupun benda cair baik kecap maupun madu. Untuk pengawasan, nantinya di asrama haji akan diteliti oleh petugas.(Wati_SJAM)

    Jombang, 4 Oktober 2011
    Tim Liputan Suara Jombang AM

    Sebanyak 1062 CJH Jombang Siap Diberangkatkan

    Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang tahun ini bakal memberangkatkan 1062 Calon Jamaah Haji (CJH) ke tanah suci. Rencananya ribuan calon jamaah haji tersebut terbagi ke dalam 4 kelompok terbang (kloter) yakni 32,33,34 dan 92.

    Para warga yang hendak menunaikan rukun islam yang ke lima itu, hari ini (4/10)sudah mengikuti seremonial penutupan manasik dan pelepasan jamaah calon haji oleh Bupati Jombang yang di wakili oleh Widjono Suparno wakil bupati Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang. Keberangkatan CJH sendiri pada Kamis,13 Oktober mendatang.

    Dari 1062 calon jamaah haji itu terdiri dari 494 laki-laki dan 568 perempuan. Dengan rincian kloter 32 sebanyak 169 CJH kabupaten Jombang yang akan bergabung dengan CJH diluar Kabupaten Jombang. Kloter 33 sejumlah 445 CJH dari Jombang. Kloter 34 sejumlah 445 CJH dari Jombang dan kloter 92 sejumlah 3 CJH dari Jombang.

    Kepala Kementrian Agama Kabupaten Jombang, Suyudi mengatakan, pemberangkatan akan dilakukan di Pendopo Kabupaten Jombang 2 tahap. Kloter 32 dan 33 pada jam 11.00 WIB. Kloter 34 jam 13.00 WIB. “Khusus kloter 92 sebanyak 3 orang akan menyusul dan tidak diberangkatkan dari pendopo “, tutur Suyudi. Tiga kloter itu langsung menuju ke asrama haji di Sukolilo, Surabaya.

    Wakil Bupati Jombang Widjono Suparno kepada calon jamaah haji berharap agar menjalankan ibadah haji dengan baik. Selain itu juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga fisik, kesehatan, menjaga sikap dan berkerjasama yang baik dengan para jamaah.

    Sesampainya di Surabaya pada (13/10) CJH hanya transit selama 24 jam. Setelah itu mereka langsung terbang ke Arab Saudi. CJH juga dilarang membawa sesuatu yang mudah meledak termasuk korek api, maupun benda cair baik kecap maupun madu. Untuk pengawasan, nantinya di asrama haji akan diteliti oleh petugas.(Wati_SJAM)

    Jombang, 4 Oktober 2011
    Tim Liputan Suara Jombang AM

    ATASI KEKERINGAN PDAM JOMBANG KIRIM AIR BERSIH KE 22 DESA

    Musim kemarau tahun ini, setidaknya membuat puluhan desa di kabupaten Jombang mengalami krisis air bersih. Utamanya desa-desa yang ada diwilayah sulit air, yakni diwilayah utara sungai Brantas. Meski diwilayah ini telah dibangun embung-embung, namun kondisi airnya mulai menyusut. Kalaupun ada, belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi warga sekitar.

    Untuk mencukupi ketersediaan konsumsi air bersih diwilayah tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jombang telah melakukan antisipasi dengan mengerahkan 2 unit mobil tangki berisi air bersih dengan volume masing – masing 4.000 liter per tangki yang dikirim kedaerah krisis air bersih. Adapun lokasi yang berhak menerima air bersih, telah didata oleh perangkat desa dan ditentukan oleh Camat setempat. Dari data daftar lokasi kekeringan kabupaten Jombang yang di suplay atau diusulkan oleh Camat sebanyak 22 desa yang ada di 4 kecamatan,yakni Ploso, Ngusikan, Kudu.
    Diungkapkan oleh Ir. Yudhi Adriyanto, MSi Direktur Utama PDAM Jombang, meski hanya dengan 2 armada mobil tangki air bersih, dalam sehari PDAM mampu mensuplay air bersih di 3 tempat dengan jarak lokasi pengiriman antara 30 km sampai 70 km.Pengiriman dilakukan secara bergantian dan terjadwal. ”Dalam sehari armada mobil tangki air bersih ini mengirim dua kali pulang pergi”, cetus Yudhi.

    Program suplay air bersih memasuki musim kemarau ini, telah dijalankan mulai bulan Agustus 2011. Dan frekuensinya semakin hari semakin bertambah. Perlu diketahui bahwa masyarakat penerima air bersih tidak dikenakan biaya apapun. “Gratis, warga yang menerima air tidak dipungut biaya apapun”, tandas Yudhi.
    Masih menurut Ir. Yudhi Adriyant0 MSi, bahwa kekeringan di Kabupaten Jombang belum termasuk wilayah kering kritis yang kemudian harus diyatakan dengan keadaan darurat dan luar biasa. “Di Jombang belum ada yang masuk dalam kategori kering kritis”, tandasnya.
    Sebab masyarakat yang notabenenya krisis air tersebut, masih dapat mencari sumber air dengan jarak yang pendek, yaitu berada dibawah minimal jarak yang digunakan sebagai indikato kritis ( jarak pengambilan air 1 s/d 3 km ) dan sumber airnya juga masih cukup.
    “Walaupun tidak seluruh desa di utara Brantas kekurangan air, namun untuk kebutuhan konsumsi air bersih memang sangat mereka butuhkan”, tutur Yudhi.
    Air bersih yang dikirim oleh PDAM adalah air bersih yang layak dikonsumsi yang telah diolah diinstalasi PDAM di wilayah Plandi yang sudah melalui uji lab di Dinas Kesehatan. Sejauh ini pengiriman air bersih terjauh adalah di Dusun Banyuasin, Desa Kromong Kecamatan Ngusikan. Untuk menuju wilayah yang memiliki jarak tempuh kurang lebih 70 km ini , pihak PDAM langsung mengirimkan 2 tangki sekaligus. Sebab untuk menuju ke wilayah desa seperti, Dusun Banyuasin Desa Kromong yang ada dikecamatan Ngusikan ini setidaknya harus ditempuh dalam waktu 2 jam,dan melewati 2 Kabupaten yakni Lamongan dan Mojokerto.
    “Setibanya dilokasi, warga yang sudah membawa jirigen dan timba itu langsung menerima air yang kita bawa”, terang Yudhi.

    Tahun ini PDAM Jombang sedang membangun pompa baru di desa Karangmojo, Plandaan. “Dalam waktu dekat kita akan segera operasionalkan sumur PDAM disana”, tuturnya.
    Langkah ini dilakukan agar bisa membantu masyarakat sekitar. Selain itu juga dibangun kran yang cukup besar untuk pengisian tangki. “Jadi, untuk pengisian air dengan mobil tangki guna melayani wilayah yang belum masuk menjadi pelanggan PDAM tidak perlu di Jombang, sehingga jaraknya lebih dekat dan lebih cepat”, tandasnya.
    Data Jumlah pelanggan PDAM memang fluktuatif. Namun data terkini, bahwa untuk jumlah pelanggan telah mencapai 15.700 sambungan rumah. Namun demikian PDAM akan terus mempromosikan kepada masyarakat yang belum menjadi pelanggannya untuk segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan PDAM Jombang untuk mendapatkan air bersih.

    Pada 1 Oktober s/d 31 Desember 2011 PDAM memiliki program, yakni bulan promosi dalam rangka HUT PDAM ditahun 2011. Pihaknya akan memberikan kesempatan kepada masyararakat umum untuk pasang baru dengan harga Rp. 499.000, harga ini belum termasuk biaya pendaftaran. Promo ini berlaku selama 3 bulan. Untuk seluruh wilayah layanan PDAM. “Biaya pendaftaran Rp. 35.000. Harga promo ini jelas dibawah harga normal yang berkisar antara Rp. 650.000,- s/d-Rp.700 ribu”, bahkan bisa diatas 1 juta manakala melintas di jalan aspal ( Crossing aspal ) “, terangnya.
    Dengan catatan bagi daerah yang belum ada jaringannya harus diidentifikasi dulu. berapa orang yang sudah masuk daftar tunggu? Namun kalau sudah sesuai dengan jaringan yang akan dibuat tentu akan segera dilayani. Apabila belum ada jaringan yang tetap akan ditunggu.

    Tidak hanya itu, PDAM Jombang juga memberikan program pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Yaitu program Sambungan Rumah Mandiri hanya dengan membayar Rp. 250.000,-. Adapun kriterianya adalah masyarakat yang dikategorikan berpenghasilan rendah yang memiliki rumah dengan luasan tidak lebih dari 60 meter persegi dan daya listrik rumahnya antara ( 900 s/d 1300 watt ) dan diutamakan yang berdaya listrik 900 watt.
    “Kita ingin membantu masyarakat dalam pemenuhan air bersih”, tutur Yudhi.

    Namun untuk tarip pemakaian seperti pelanggan regular, yaitu Rp. 1.600/ m3, Disampaikan oleh Yudhi, Direktur Utama PDAM Jombang ini, bahwa pihaknya akan terus bertekad untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan pelayanan PDAM. Antara lain apabila listrik padam, pompa distribusi air yang mengirim ke pelanggan akan tetap jalan dan air tetap mengalir. Dari 19 sumur PDAM yang ada, akan disertai pembangkit lisrik sendiri. “Otomatis air akan tetap mengalir”, pungkasnya.
    Sumur sumur PDAM Jombang ini setiap tiga bulan sekali, airnya di bawa ke laboratorium Dinas Kesehatan. Sehingga air bisa dinyatakan layak sebagai air bersih. ( Wati_ SJAM).

    Jombang, 1 Oktober 2011
    Tim Liputan Suara Jombang AM

    ATASI KEKERINGAN PDAM JOMBANG KIRIM AIR BERSIH KE 22 DESA

    Musim kemarau tahun ini, setidaknya membuat puluhan desa di kabupaten Jombang mengalami krisis air bersih. Utamanya desa-desa yang ada diwilayah sulit air, yakni diwilayah utara sungai Brantas. Meski diwilayah ini telah dibangun embung-embung, namun kondisi airnya mulai menyusut. Kalaupun ada, belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi warga sekitar.

    Untuk mencukupi ketersediaan konsumsi air bersih diwilayah tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jombang telah melakukan antisipasi dengan mengerahkan 2 unit mobil tangki berisi air bersih dengan volume masing – masing 4.000 liter per tangki yang dikirim kedaerah krisis air bersih. Adapun lokasi yang berhak menerima air bersih, telah didata oleh perangkat desa dan ditentukan oleh Camat setempat. Dari data daftar lokasi kekeringan kabupaten Jombang yang di suplay atau diusulkan oleh Camat sebanyak 22 desa yang ada di 4 kecamatan,yakni Ploso, Ngusikan, Kudu.
    Diungkapkan oleh Ir. Yudhi Adriyanto, MSi Direktur Utama PDAM Jombang, meski hanya dengan 2 armada mobil tangki air bersih, dalam sehari PDAM mampu mensuplay air bersih di 3 tempat dengan jarak lokasi pengiriman antara 30 km sampai 70 km.Pengiriman dilakukan secara bergantian dan terjadwal. ”Dalam sehari armada mobil tangki air bersih ini mengirim dua kali pulang pergi”, cetus Yudhi.

    Program suplay air bersih memasuki musim kemarau ini, telah dijalankan mulai bulan Agustus 2011. Dan frekuensinya semakin hari semakin bertambah. Perlu diketahui bahwa masyarakat penerima air bersih tidak dikenakan biaya apapun. “Gratis, warga yang menerima air tidak dipungut biaya apapun”, tandas Yudhi.
    Masih menurut Ir. Yudhi Adriyant0 MSi, bahwa kekeringan di Kabupaten Jombang belum termasuk wilayah kering kritis yang kemudian harus diyatakan dengan keadaan darurat dan luar biasa. “Di Jombang belum ada yang masuk dalam kategori kering kritis”, tandasnya.
    Sebab masyarakat yang notabenenya krisis air tersebut, masih dapat mencari sumber air dengan jarak yang pendek, yaitu berada dibawah minimal jarak yang digunakan sebagai indikato kritis ( jarak pengambilan air 1 s/d 3 km ) dan sumber airnya juga masih cukup.
    “Walaupun tidak seluruh desa di utara Brantas kekurangan air, namun untuk kebutuhan konsumsi air bersih memang sangat mereka butuhkan”, tutur Yudhi.
    Air bersih yang dikirim oleh PDAM adalah air bersih yang layak dikonsumsi yang telah diolah diinstalasi PDAM di wilayah Plandi yang sudah melalui uji lab di Dinas Kesehatan. Sejauh ini pengiriman air bersih terjauh adalah di Dusun Banyuasin, Desa Kromong Kecamatan Ngusikan. Untuk menuju wilayah yang memiliki jarak tempuh kurang lebih 70 km ini , pihak PDAM langsung mengirimkan 2 tangki sekaligus. Sebab untuk menuju ke wilayah desa seperti, Dusun Banyuasin Desa Kromong yang ada dikecamatan Ngusikan ini setidaknya harus ditempuh dalam waktu 2 jam,dan melewati 2 Kabupaten yakni Lamongan dan Mojokerto.
    “Setibanya dilokasi, warga yang sudah membawa jirigen dan timba itu langsung menerima air yang kita bawa”, terang Yudhi.

    Tahun ini PDAM Jombang sedang membangun pompa baru di desa Karangmojo, Plandaan. “Dalam waktu dekat kita akan segera operasionalkan sumur PDAM disana”, tuturnya.
    Langkah ini dilakukan agar bisa membantu masyarakat sekitar. Selain itu juga dibangun kran yang cukup besar untuk pengisian tangki. “Jadi, untuk pengisian air dengan mobil tangki guna melayani wilayah yang belum masuk menjadi pelanggan PDAM tidak perlu di Jombang, sehingga jaraknya lebih dekat dan lebih cepat”, tandasnya.
    Data Jumlah pelanggan PDAM memang fluktuatif. Namun data terkini, bahwa untuk jumlah pelanggan telah mencapai 15.700 sambungan rumah. Namun demikian PDAM akan terus mempromosikan kepada masyarakat yang belum menjadi pelanggannya untuk segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan PDAM Jombang untuk mendapatkan air bersih.

    Pada 1 Oktober s/d 31 Desember 2011 PDAM memiliki program, yakni bulan promosi dalam rangka HUT PDAM ditahun 2011. Pihaknya akan memberikan kesempatan kepada masyararakat umum untuk pasang baru dengan harga Rp. 499.000, harga ini belum termasuk biaya pendaftaran. Promo ini berlaku selama 3 bulan. Untuk seluruh wilayah layanan PDAM. “Biaya pendaftaran Rp. 35.000. Harga promo ini jelas dibawah harga normal yang berkisar antara Rp. 650.000,- s/d-Rp.700 ribu”, bahkan bisa diatas 1 juta manakala melintas di jalan aspal ( Crossing aspal ) “, terangnya.
    Dengan catatan bagi daerah yang belum ada jaringannya harus diidentifikasi dulu. berapa orang yang sudah masuk daftar tunggu? Namun kalau sudah sesuai dengan jaringan yang akan dibuat tentu akan segera dilayani. Apabila belum ada jaringan yang tetap akan ditunggu.

    Tidak hanya itu, PDAM Jombang juga memberikan program pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Yaitu program Sambungan Rumah Mandiri hanya dengan membayar Rp. 250.000,-. Adapun kriterianya adalah masyarakat yang dikategorikan berpenghasilan rendah yang memiliki rumah dengan luasan tidak lebih dari 60 meter persegi dan daya listrik rumahnya antara ( 900 s/d 1300 watt ) dan diutamakan yang berdaya listrik 900 watt.
    “Kita ingin membantu masyarakat dalam pemenuhan air bersih”, tutur Yudhi.

    Namun untuk tarip pemakaian seperti pelanggan regular, yaitu Rp. 1.600/ m3, Disampaikan oleh Yudhi, Direktur Utama PDAM Jombang ini, bahwa pihaknya akan terus bertekad untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan pelayanan PDAM. Antara lain apabila listrik padam, pompa distribusi air yang mengirim ke pelanggan akan tetap jalan dan air tetap mengalir. Dari 19 sumur PDAM yang ada, akan disertai pembangkit lisrik sendiri. “Otomatis air akan tetap mengalir”, pungkasnya.
    Sumur sumur PDAM Jombang ini setiap tiga bulan sekali, airnya di bawa ke laboratorium Dinas Kesehatan. Sehingga air bisa dinyatakan layak sebagai air bersih. ( Wati_ SJAM).

    Jombang, 1 Oktober 2011
    Tim Liputan Suara Jombang AM