Popular Post
- Kabupaten Jombang kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Prat...
- Drs. Suparman Msi ,Ketua Umum Pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur telah mengukuhkan pengurus F...
- Sudah menjadi agenda rutin setiap jelang malam pergantian tahun, Bupati Jombang dan segenap aparatur pemkab Jombang, tokoh agama dan tokoh...
- Pasca keberhasilan MAN Jombang menjadi juara Harapan 1 Tingkat Nasional pada Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2012, ...
- Pasca ditunjuk sebagai pemenang lomba sinergitas antar kecamatan se-Jawa Timur, Wonosalam makin percaya diri memamerkan ragam potensi yang...
- Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf singgah di Jombang Selasa (17/1/2012) pagi. Kedatangan mantan Menteri PDT ini untuk menghadiri pem...
- “Untuk mewujudkan pendidikan yang berkwalitas haruslah didukung oleh ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, kurikulum yang teruji ...
Pengunjung



Breaking News
Loading...
Jumat, 01 Juli 2011
32 Tahun Permata CAI
Memasuki 32 tahun Permata (Perkemahan Akhir Tahun) CAI atau Cinta Alam Indonesia, ada yang menarik. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengundang secara khusus Ketua MPR RI Taufiq Kemas, namun suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini berhalangan hadir sehingga diwakilkan kepada Wakil Ketua MPR RI Drs.H. Hajrianto Tohari.
Kedatangan orang nomor dua di jajaran wakil rakyat pusat ini didampingi oleh Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM RI Ir. Muhammad Taufik, Msi dan Bupati Suyanto. Rombongan dikawal patwal dan beberapa moge (motor besar). Bupati Suyanto nampak mengendarai Harley Davidson merah dengan kawalan komunitas Harley dibelakangnya.
Saat memasuki kawasan perkemahan, rombongan langsung disuguhi tari-tarian dan penyambutan yang cukup meriah. Bahkan Bupati dan rombongan sempat menikmati suasana bumi perkemahan Kosambiwojo Desa Sambirejo Wonosalam berkeliling dengan jeep hardtop. Panitia lagi-lagi menyuguhkan kesenian lain, bela diri. Rombongan dibuta terpana dengan kelihaian salah seorang pesilat yang memeragakan beberapa jurus dihadapan peserta kemah.
Bupati Suyanto menyebut slogan CAI atau cinta tanah air sebagai perwujudan bakti pada negeri. "Kalau sudah cinta tanah air, artinya juga akan cinta bangsa dan negara,ini harus kita bangun terus menerus," ujar Suyanto. Keseriusan dalam membangun mental bangsa, lanjut Suyanto, harus ditekankan untuk menghasilkan generasi-generasi yang lebih bermartabat dari sekarang.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Hajrianto Tohari. Wakil Ketua MPR RI ini secara terang-terangan memuji LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang telah memberikan sumbangsih mengkader para pemuda penerus bangsa. "Hanya LDII yang mampu menembus wilayah sampai ke pelosok-pelosok desa, sungguh hebat," tegas pria berlatar belakang Muhammadiyah ini.
Hajrianto kemudian membeber beberapa persoalan lain terkait pembangunan NKRI. Persoalan korupsi menjadi sorotannya kala itu. "Sampai-sampai ada salah satu ahli dari menyebut Indonesia ini sudah ada pada tingkat kasus korupsi yang berbahaya, ini harus diselesaikan," ujarnya. Tak habis-habis, lanjutnya, karena semua dianggap berjalan normal seperti biasa, tak ada yang peduli.
Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) yang ke XXXII dihelat mulai 27 Juni sampai 30 Juni 2011. Diikuti oleh seluruh santri dari Pondok Pesantren Gadingmangu Perak Jombang dengan mengusung tema ”Peningkatan Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan SWT dan serta kualitas akhlak pemuda dan pelajar dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia untuk mengisi pembangunan Indonesia dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang alim, ber’akhlakul karimah dan memiliki kemandirian ekonomi sesuai dengai nilai nilai luhur pancasila. (Dedi_ SJAM)
Jombang,27 Juni 2011
Tim Liputan Suara Jombang AM
Kedatangan orang nomor dua di jajaran wakil rakyat pusat ini didampingi oleh Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM RI Ir. Muhammad Taufik, Msi dan Bupati Suyanto. Rombongan dikawal patwal dan beberapa moge (motor besar). Bupati Suyanto nampak mengendarai Harley Davidson merah dengan kawalan komunitas Harley dibelakangnya.
Saat memasuki kawasan perkemahan, rombongan langsung disuguhi tari-tarian dan penyambutan yang cukup meriah. Bahkan Bupati dan rombongan sempat menikmati suasana bumi perkemahan Kosambiwojo Desa Sambirejo Wonosalam berkeliling dengan jeep hardtop. Panitia lagi-lagi menyuguhkan kesenian lain, bela diri. Rombongan dibuta terpana dengan kelihaian salah seorang pesilat yang memeragakan beberapa jurus dihadapan peserta kemah.
Bupati Suyanto menyebut slogan CAI atau cinta tanah air sebagai perwujudan bakti pada negeri. "Kalau sudah cinta tanah air, artinya juga akan cinta bangsa dan negara,ini harus kita bangun terus menerus," ujar Suyanto. Keseriusan dalam membangun mental bangsa, lanjut Suyanto, harus ditekankan untuk menghasilkan generasi-generasi yang lebih bermartabat dari sekarang.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Hajrianto Tohari. Wakil Ketua MPR RI ini secara terang-terangan memuji LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang telah memberikan sumbangsih mengkader para pemuda penerus bangsa. "Hanya LDII yang mampu menembus wilayah sampai ke pelosok-pelosok desa, sungguh hebat," tegas pria berlatar belakang Muhammadiyah ini.
Hajrianto kemudian membeber beberapa persoalan lain terkait pembangunan NKRI. Persoalan korupsi menjadi sorotannya kala itu. "Sampai-sampai ada salah satu ahli dari menyebut Indonesia ini sudah ada pada tingkat kasus korupsi yang berbahaya, ini harus diselesaikan," ujarnya. Tak habis-habis, lanjutnya, karena semua dianggap berjalan normal seperti biasa, tak ada yang peduli.
Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) yang ke XXXII dihelat mulai 27 Juni sampai 30 Juni 2011. Diikuti oleh seluruh santri dari Pondok Pesantren Gadingmangu Perak Jombang dengan mengusung tema ”Peningkatan Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan SWT dan serta kualitas akhlak pemuda dan pelajar dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia untuk mengisi pembangunan Indonesia dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang alim, ber’akhlakul karimah dan memiliki kemandirian ekonomi sesuai dengai nilai nilai luhur pancasila. (Dedi_ SJAM)
Jombang,27 Juni 2011
Tim Liputan Suara Jombang AM
32 Tahun Permata CAI
Memasuki 32 tahun Permata (Perkemahan Akhir Tahun) CAI atau Cinta Alam Indonesia, ada yang menarik. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengundang secara khusus Ketua MPR RI Taufiq Kemas, namun suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini berhalangan hadir sehingga diwakilkan kepada Wakil Ketua MPR RI Drs.H. Hajrianto Tohari.
Kedatangan orang nomor dua di jajaran wakil rakyat pusat ini didampingi oleh Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM RI Ir. Muhammad Taufik, Msi dan Bupati Suyanto. Rombongan dikawal patwal dan beberapa moge (motor besar). Bupati Suyanto nampak mengendarai Harley Davidson merah dengan kawalan komunitas Harley dibelakangnya.
Saat memasuki kawasan perkemahan, rombongan langsung disuguhi tari-tarian dan penyambutan yang cukup meriah. Bahkan Bupati dan rombongan sempat menikmati suasana bumi perkemahan Kosambiwojo Desa Sambirejo Wonosalam berkeliling dengan jeep hardtop. Panitia lagi-lagi menyuguhkan kesenian lain, bela diri. Rombongan dibuta terpana dengan kelihaian salah seorang pesilat yang memeragakan beberapa jurus dihadapan peserta kemah.
Bupati Suyanto menyebut slogan CAI atau cinta tanah air sebagai perwujudan bakti pada negeri. "Kalau sudah cinta tanah air, artinya juga akan cinta bangsa dan negara,ini harus kita bangun terus menerus," ujar Suyanto. Keseriusan dalam membangun mental bangsa, lanjut Suyanto, harus ditekankan untuk menghasilkan generasi-generasi yang lebih bermartabat dari sekarang.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Hajrianto Tohari. Wakil Ketua MPR RI ini secara terang-terangan memuji LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang telah memberikan sumbangsih mengkader para pemuda penerus bangsa. "Hanya LDII yang mampu menembus wilayah sampai ke pelosok-pelosok desa, sungguh hebat," tegas pria berlatar belakang Muhammadiyah ini.
Hajrianto kemudian membeber beberapa persoalan lain terkait pembangunan NKRI. Persoalan korupsi menjadi sorotannya kala itu. "Sampai-sampai ada salah satu ahli dari menyebut Indonesia ini sudah ada pada tingkat kasus korupsi yang berbahaya, ini harus diselesaikan," ujarnya. Tak habis-habis, lanjutnya, karena semua dianggap berjalan normal seperti biasa, tak ada yang peduli.
Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) yang ke XXXII dihelat mulai 27 Juni sampai 30 Juni 2011. Diikuti oleh seluruh santri dari Pondok Pesantren Gadingmangu Perak Jombang dengan mengusung tema ”Peningkatan Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan SWT dan serta kualitas akhlak pemuda dan pelajar dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia untuk mengisi pembangunan Indonesia dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang alim, ber’akhlakul karimah dan memiliki kemandirian ekonomi sesuai dengai nilai nilai luhur pancasila. (Dedi_ SJAM)
Jombang,27 Juni 2011
Tim Liputan Suara Jombang AM
Kedatangan orang nomor dua di jajaran wakil rakyat pusat ini didampingi oleh Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM RI Ir. Muhammad Taufik, Msi dan Bupati Suyanto. Rombongan dikawal patwal dan beberapa moge (motor besar). Bupati Suyanto nampak mengendarai Harley Davidson merah dengan kawalan komunitas Harley dibelakangnya.
Saat memasuki kawasan perkemahan, rombongan langsung disuguhi tari-tarian dan penyambutan yang cukup meriah. Bahkan Bupati dan rombongan sempat menikmati suasana bumi perkemahan Kosambiwojo Desa Sambirejo Wonosalam berkeliling dengan jeep hardtop. Panitia lagi-lagi menyuguhkan kesenian lain, bela diri. Rombongan dibuta terpana dengan kelihaian salah seorang pesilat yang memeragakan beberapa jurus dihadapan peserta kemah.
Bupati Suyanto menyebut slogan CAI atau cinta tanah air sebagai perwujudan bakti pada negeri. "Kalau sudah cinta tanah air, artinya juga akan cinta bangsa dan negara,ini harus kita bangun terus menerus," ujar Suyanto. Keseriusan dalam membangun mental bangsa, lanjut Suyanto, harus ditekankan untuk menghasilkan generasi-generasi yang lebih bermartabat dari sekarang.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Hajrianto Tohari. Wakil Ketua MPR RI ini secara terang-terangan memuji LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang telah memberikan sumbangsih mengkader para pemuda penerus bangsa. "Hanya LDII yang mampu menembus wilayah sampai ke pelosok-pelosok desa, sungguh hebat," tegas pria berlatar belakang Muhammadiyah ini.
Hajrianto kemudian membeber beberapa persoalan lain terkait pembangunan NKRI. Persoalan korupsi menjadi sorotannya kala itu. "Sampai-sampai ada salah satu ahli dari menyebut Indonesia ini sudah ada pada tingkat kasus korupsi yang berbahaya, ini harus diselesaikan," ujarnya. Tak habis-habis, lanjutnya, karena semua dianggap berjalan normal seperti biasa, tak ada yang peduli.
Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) yang ke XXXII dihelat mulai 27 Juni sampai 30 Juni 2011. Diikuti oleh seluruh santri dari Pondok Pesantren Gadingmangu Perak Jombang dengan mengusung tema ”Peningkatan Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan SWT dan serta kualitas akhlak pemuda dan pelajar dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia untuk mengisi pembangunan Indonesia dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang alim, ber’akhlakul karimah dan memiliki kemandirian ekonomi sesuai dengai nilai nilai luhur pancasila. (Dedi_ SJAM)
Jombang,27 Juni 2011
Tim Liputan Suara Jombang AM
Widjono : Membayar Pajak Butuh Keteladanan
Wakil Bupati Jombang Drs.H Widjono Soeparno, Msi menekankan pentingnya kesadaran untuk membayar pajak. Pernyataan mantan sekdakab Jombang ini disampaikan saat membuka secara resmi Bulan Panutan Pelunasan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan. “Masyarakat harus meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak,” tutur Widjono di Kantor Kecamatan Gudo, Kamis (30/6/11) pagi.
Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu sumber PAD atau Pendapatan Asli Daerah dan turut menyumbangkan sekitar 11,5 Milyar per tahun. Nilai tersebut merupakan akumulasidari PBB Perdesaan dan Perkotaan. “PAD Jombang saat ini sudah mencapai 105 Milyar dan PBB menyumbang sekitar 10 persennya,” tambah Wabup.
Jika ditilik lebih jauh, pajak bumi dan bangunan masih belum mampu menandingi DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) yang dihasilkan oleh kota santri. Meski begitu, Widjono tetap menekankan betapa pentingnya PBB dalam turut membantu pembangunan daerah. “Ini kewajiban kita semua dan butuh keteladanan, saya harap setiap PNS mampu memberikan contoh keteladanan membayar pajak,” tegasnya.
Saat ini, administrasi pelunasan PBB masih ditangangi oleh beberapa rekanan yakni Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mojokerto dan Bank Jatim Cabang Jombang. Namun kedepan, pemerintah daerah dapat mengambil alih. Paling cepat sekitar tahun 2014, pemerintah daerah dapat melakukan pengakomodasian terkait pelunasan PBB. Hal itu dibenarkan oleh Widjono.
“Tahun 2014, pemerintah daerah dapat melakukan proses pendataan, penetapan, penagihan sampai pelunasan PBB secara mandiri. Semoga kita mampu, mengingat proses tersebut tidak gampang,” terangnya.
Pola pelunasan pajak daerah secara langsung kepada pemda ini telah dilakukan oleh beberapa kota di Indonesia. Di Jawa Timur, kota Surabaya telah menerapkan hal itu. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat benar-benar menyadari tentang arti penting membayar pajak. (Dedi_Tim Liputan SJAM)
Widjono : Membayar Pajak Butuh Keteladanan
Wakil Bupati Jombang Drs.H Widjono Soeparno, Msi menekankan pentingnya kesadaran untuk membayar pajak. Pernyataan mantan sekdakab Jombang ini disampaikan saat membuka secara resmi Bulan Panutan Pelunasan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan. “Masyarakat harus meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak,” tutur Widjono di Kantor Kecamatan Gudo, Kamis (30/6/11) pagi.
Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu sumber PAD atau Pendapatan Asli Daerah dan turut menyumbangkan sekitar 11,5 Milyar per tahun. Nilai tersebut merupakan akumulasidari PBB Perdesaan dan Perkotaan. “PAD Jombang saat ini sudah mencapai 105 Milyar dan PBB menyumbang sekitar 10 persennya,” tambah Wabup.
Jika ditilik lebih jauh, pajak bumi dan bangunan masih belum mampu menandingi DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) yang dihasilkan oleh kota santri. Meski begitu, Widjono tetap menekankan betapa pentingnya PBB dalam turut membantu pembangunan daerah. “Ini kewajiban kita semua dan butuh keteladanan, saya harap setiap PNS mampu memberikan contoh keteladanan membayar pajak,” tegasnya.
Saat ini, administrasi pelunasan PBB masih ditangangi oleh beberapa rekanan yakni Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mojokerto dan Bank Jatim Cabang Jombang. Namun kedepan, pemerintah daerah dapat mengambil alih. Paling cepat sekitar tahun 2014, pemerintah daerah dapat melakukan pengakomodasian terkait pelunasan PBB. Hal itu dibenarkan oleh Widjono.
“Tahun 2014, pemerintah daerah dapat melakukan proses pendataan, penetapan, penagihan sampai pelunasan PBB secara mandiri. Semoga kita mampu, mengingat proses tersebut tidak gampang,” terangnya.
Pola pelunasan pajak daerah secara langsung kepada pemda ini telah dilakukan oleh beberapa kota di Indonesia. Di Jawa Timur, kota Surabaya telah menerapkan hal itu. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat benar-benar menyadari tentang arti penting membayar pajak. (Dedi_Tim Liputan SJAM)
Langganan:
Postingan
(Atom)


