Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Kamis, 02 Juni 2011

    Letkol Inf. Boby Rinal Makmun Pindah Tugas

    dandim boby makmun pindahHanya sembilan bulan bertugas di Jombang , Letkol Inf .Boby Rinal Makmun, S.IP Komandan Kodim 0814 Jombang kini harus berpindah tugas ke Kostrad.Dan posisinya sebagai Dandim 0814 Jombang digantikan oleh Letkol Inf. Indra Heri.

    Kesan Boby Rinal Makmun selama bertugas di Jombang, menurutnya Jombang termasuk kota yang ramai tapi juga sepi. Segala permasalahan serius yang muncul selalu ada jalan keluarnya dan muspidanya sangat kompak. Ini diungkapkannya saat acara lepas sambut di pendopo Pemkab Jombang pada Senin 30 Mei 2011 malam.

    “Jombang ini kotanya sepi, apalagi kalau hari Sabtu., yang ada paling tinggal saya dan Dansatradar, muspida yang lain pada keluar kota”, tutur Boby Rinal Makmun berkelakar.

    Dirinya berharap kepada jajaran dikesatuan Kodim 0814 untuk selalu semangat dalam melaksanakan pengabdian sebagai tentara. “Mudah-mudahan apa yang telah saya lakukan disini, ada manfaatnya meskipun singkat”, tuturnya

    Dandim 0814 Jombang yang baru Letkol Inf. Indra Heri malam itu hadir bersama istri dan 2 orang anaknya yaitu Amanda Indria dan Akbar Indra Kusuma yang masih 4 tahun. Indra Heri yang asli Subang ini, lulusan Akademi Militer tahun 1993 seangkatan dengan Kapolres Jombang AKBP Marjuki juga Dansatradar 222. “Delapan tahun saya di Bandung, selanjutnya pernah bertugas di Aceh dan di Makasar”, ungkap Indra Heri.

    Dirinya mengaku bersyukur dengan ditugaskan dikota Jombang yang tenang. Selanjutnya dirinya berharap dapat bekerjasama dengan seluruh jajaran yang ada di Kabupaten Jombang .“Mudah-mudahan saya dapat melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pak Boby, untuk itu perlu dukungan dan kerja samanya kepada semua pihak”, tandasnya.

    Mewakili Muspida dan segenap pejabat dilingkup pemkab Jombang, Bupati Suyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa jabatan Dandim 0814 Boby Rinal Makmun adalah jabatan terpendek. “Semoga ini menjadi sebuah isyarat bahwa Letkol Inf Boby Rinal Makmun akan segera menjadi Jenderal’, tutur Bupati suyanto yang diamini undangan yang hadir.

    Kepada Letkol Inf. Indra Heri, Bupati Suyanto mengucapkan selamat dating dan selamat bertugas di Jombang. Kota yang cukup kondusif. . ”Kami sangat welcome dengan kehadiran Letkol Inf. Indra Heri beserta Ibu untuk bertugas di Jombang”, tuturnya.

    Malam itu dengan iringan gitar akustik yang dimainkan oleh Bahana Bela Binanda Ketua DPRD Jombang membawakan lagu “Imagine” nya John Lenon yang dipersembahkan khusus untuk Dandim yang lama maupun yang baru. Demikian juga Bupati dan pejabat lainnya juga mempersembahkan lagu untuk lepas sambut Dandim 0814 Jombang. (Wati_SJAM)

    Jombang, 30 Mei 2011

    BAGIAN HUMAS

    Letkol Inf. Boby Rinal Makmun Pindah Tugas

    dandim boby makmun pindahHanya sembilan bulan bertugas di Jombang , Letkol Inf .Boby Rinal Makmun, S.IP Komandan Kodim 0814 Jombang kini harus berpindah tugas ke Kostrad.Dan posisinya sebagai Dandim 0814 Jombang digantikan oleh Letkol Inf. Indra Heri.

    Kesan Boby Rinal Makmun selama bertugas di Jombang, menurutnya Jombang termasuk kota yang ramai tapi juga sepi. Segala permasalahan serius yang muncul selalu ada jalan keluarnya dan muspidanya sangat kompak. Ini diungkapkannya saat acara lepas sambut di pendopo Pemkab Jombang pada Senin 30 Mei 2011 malam.

    “Jombang ini kotanya sepi, apalagi kalau hari Sabtu., yang ada paling tinggal saya dan Dansatradar, muspida yang lain pada keluar kota”, tutur Boby Rinal Makmun berkelakar.

    Dirinya berharap kepada jajaran dikesatuan Kodim 0814 untuk selalu semangat dalam melaksanakan pengabdian sebagai tentara. “Mudah-mudahan apa yang telah saya lakukan disini, ada manfaatnya meskipun singkat”, tuturnya

    Dandim 0814 Jombang yang baru Letkol Inf. Indra Heri malam itu hadir bersama istri dan 2 orang anaknya yaitu Amanda Indria dan Akbar Indra Kusuma yang masih 4 tahun. Indra Heri yang asli Subang ini, lulusan Akademi Militer tahun 1993 seangkatan dengan Kapolres Jombang AKBP Marjuki juga Dansatradar 222. “Delapan tahun saya di Bandung, selanjutnya pernah bertugas di Aceh dan di Makasar”, ungkap Indra Heri.

    Dirinya mengaku bersyukur dengan ditugaskan dikota Jombang yang tenang. Selanjutnya dirinya berharap dapat bekerjasama dengan seluruh jajaran yang ada di Kabupaten Jombang .“Mudah-mudahan saya dapat melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pak Boby, untuk itu perlu dukungan dan kerja samanya kepada semua pihak”, tandasnya.

    Mewakili Muspida dan segenap pejabat dilingkup pemkab Jombang, Bupati Suyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa jabatan Dandim 0814 Boby Rinal Makmun adalah jabatan terpendek. “Semoga ini menjadi sebuah isyarat bahwa Letkol Inf Boby Rinal Makmun akan segera menjadi Jenderal’, tutur Bupati suyanto yang diamini undangan yang hadir.

    Kepada Letkol Inf. Indra Heri, Bupati Suyanto mengucapkan selamat dating dan selamat bertugas di Jombang. Kota yang cukup kondusif. . ”Kami sangat welcome dengan kehadiran Letkol Inf. Indra Heri beserta Ibu untuk bertugas di Jombang”, tuturnya.

    Malam itu dengan iringan gitar akustik yang dimainkan oleh Bahana Bela Binanda Ketua DPRD Jombang membawakan lagu “Imagine” nya John Lenon yang dipersembahkan khusus untuk Dandim yang lama maupun yang baru. Demikian juga Bupati dan pejabat lainnya juga mempersembahkan lagu untuk lepas sambut Dandim 0814 Jombang. (Wati_SJAM)

    Jombang, 30 Mei 2011

    BAGIAN HUMAS

    Rabu, 01 Juni 2011

    Indikator Perhubungan Dinilai Berhasil


    Rabu (1/6/11) pagi, Bupati Suyanto menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2010 di gedung DPRD Jombang. Kala itu, Suyanto didampingi Sekdakab Jombang, HM Munif Kusnan SH MSi, menyampaikan laporannya dalam sidang paripurna DPRD.

    Dalam laporannya, pencapaian kinerja dinilai melalui beberapa indikator. Suyanto menyampaikan laporan hingga setengah jalan. Kemudian pembacaan LKPJ dilanjutkan oleh SekdaKab Jombang karena Wakil Bupati Jombang berhalangan hadir. Saat menyampaikan laporan, Munif menyebut indikator perhubungan dinilai sangat berhasil.

    “Hal itu dibuktikan dengan lancarnya arus pergantian armada dan ketersedian terminal dan sub terminal yang mendukung pelayanan perhubungan,” kata Munif. Lebih lanjut ia memaparkan, Jombang memiliki 1 terminal utama di Kepuhsari dan 4 sub terminal yang tersebar di wilayah kabupaten sebagai pendukung akses.

    Namun, Munif sempat menyorot tentang angkudes yang saat ini hampir tak dilirik oleh penumpang. “Karena masyarakat lebih memilih angkutan yang praktis, yakni kendaraan pribadi, itu sebabnya,” tuturnya. Jumlah angkudes yang beroperasi di kota santri saat ini berjumlah 405 unit yang terbagi dalam 25 trayek.

    Terminal Kepuhsari pun menunjukkan perkembangan positif . Tahun 2010 lalu, jumlah penumpang yang transit di terminal yang hanya berjarak beberapa meter dari kawasan Tirta Wisata tersebut mencapai 1.251.360 penumpang. Artinya, pemasukan pendapatan daerah juga terdongkrak dengan lonjakan penumpang yang transit tersebut.

    “Itu terdiri dari penumpang antar kota dalam propinsi dan antar kota luar propinsi,” pungkas Munif. Selain perhubungan, indikator lain yang dinilai berhasil adalah penekanan laka lantas yang mengalami penurunan dibanding kasus yang terjadi pada 2009 lalu yang mencapai 490 kasus laka. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 1 Juni 2011
    Tim Liputan SJAM

    Indikator Perhubungan Dinilai Berhasil


    Rabu (1/6/11) pagi, Bupati Suyanto menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) tahun 2010 di gedung DPRD Jombang. Kala itu, Suyanto didampingi Sekdakab Jombang, HM Munif Kusnan SH MSi, menyampaikan laporannya dalam sidang paripurna DPRD.

    Dalam laporannya, pencapaian kinerja dinilai melalui beberapa indikator. Suyanto menyampaikan laporan hingga setengah jalan. Kemudian pembacaan LKPJ dilanjutkan oleh SekdaKab Jombang karena Wakil Bupati Jombang berhalangan hadir. Saat menyampaikan laporan, Munif menyebut indikator perhubungan dinilai sangat berhasil.

    “Hal itu dibuktikan dengan lancarnya arus pergantian armada dan ketersedian terminal dan sub terminal yang mendukung pelayanan perhubungan,” kata Munif. Lebih lanjut ia memaparkan, Jombang memiliki 1 terminal utama di Kepuhsari dan 4 sub terminal yang tersebar di wilayah kabupaten sebagai pendukung akses.

    Namun, Munif sempat menyorot tentang angkudes yang saat ini hampir tak dilirik oleh penumpang. “Karena masyarakat lebih memilih angkutan yang praktis, yakni kendaraan pribadi, itu sebabnya,” tuturnya. Jumlah angkudes yang beroperasi di kota santri saat ini berjumlah 405 unit yang terbagi dalam 25 trayek.

    Terminal Kepuhsari pun menunjukkan perkembangan positif . Tahun 2010 lalu, jumlah penumpang yang transit di terminal yang hanya berjarak beberapa meter dari kawasan Tirta Wisata tersebut mencapai 1.251.360 penumpang. Artinya, pemasukan pendapatan daerah juga terdongkrak dengan lonjakan penumpang yang transit tersebut.

    “Itu terdiri dari penumpang antar kota dalam propinsi dan antar kota luar propinsi,” pungkas Munif. Selain perhubungan, indikator lain yang dinilai berhasil adalah penekanan laka lantas yang mengalami penurunan dibanding kasus yang terjadi pada 2009 lalu yang mencapai 490 kasus laka. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 1 Juni 2011
    Tim Liputan SJAM