Popular Post

Pengunjung

  • Breaking News
    Loading...
    Kamis, 03 Maret 2011

    Bupati Gelar Temu Lapang dan Diskusi Pertanian

     

    panen raya

    Berbarengan dengan waktu jelang panen raya, Bupati Jombang Drs.H.Suyanto, MM menggelar temu lapang dan diskusi dengan para petani di Desa Karang Luh Kecamatan Mojowarno Jombang pada Kamis (3/3) siang. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan simbolis pemotongan hasil tanaman padi yang menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik.

    Hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pertanian Jombang Drs.Suhardi bersama beberapa Camat dan segenap pejabat lingkup Pemkab. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Direktur Utama PT Petrokimia Gresik produsen pupuk bersubsidi Phonska dan Petroganik.

    Bupati Suyanto ketika membuka agenda tersebut membeberkan kemajuan Dinas Pertanian dibanding dengan Dinas lainnya yang saat ini telah memiliki Laboratorium Tanah. “Dinas Pertanian memang lebih maju dari Dinas lain dan bisa membangun Lab Tanah yang dapat mendeteksi kandungan dalam tanah milik masing-masing poktan sehingga kita bisa tahu tanah di Jombang ini banyak mengandung nitrogen atau senyawa lain” tegasnya.

    Pemkab, lanjut Suyanto, wajib memfasilitasi release bibit unggul karena bibit unggul dirasa sangat berpengaruh dalam keberhasilan pertanian. “Kalau bibit yang gagal tapi tetap ditanam, yang salah bukan petaninya tapi Dinas Pertanian karena tidak memberikan keterangan tentang bibit unggul” kata Suyanto.

    Ir Hidayat, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik menjelaskan keunggulan pupuk Phonska dan Petroganik sangat kentara dibanding pupuk lain. Selain mengandung NPK dan S atau Nitrogen, Kalium, Fosfat dan Sulfur yang sangat dibutuhkan oleh tanah bentuk pupuk yang berupa granul sangat mudah larut dalam air.

    “Petrokimia adalah produsen pupuk terbesar di Asia dengan produksi pupuk 5,6 juta ton per tahun. Petroganik adalah pupuk yang dikembangkan Petrokimia bekerjasama dengan 178 investor di Indonesia, di Jatim ada 80 investor dan di Jombang ada 4 yang tersebar di Kecamatan Jombang, Kabuh, Peterongan dan Kudu” jelas Hidayat.

    Lebih lanjut Hidayat mencontohkan gabah yang menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik jumlah per demplot sekitar 9,1 ton per hektar sedangkan yang menggunakan pupuk lain hanya 7,72 ton per hektar. “Jika diselisihkan keuntungan petani sampai 10 juta dan yang menggunakan pupuk lain hanya 7 juta ada selisih keuntungan sebesar 3 juta rupiah” tambah Hidayat.

    Hidayat berharap penyerapan pupuk bersubsidi dapat terserap maksimal di Jombang. Saat ini stok pupuk di Jombang masih aman. Untuk jenis ZA masih tersedia 1300 ton, Phonska 300 ton dan Petroganik 4000 ton.(Dedi SJAM)

    Jombang 3 Maret 2011

    Tim Liputan SJAM

    Bupati Gelar Temu Lapang dan Diskusi Pertanian

     

    panen raya

    Berbarengan dengan waktu jelang panen raya, Bupati Jombang Drs.H.Suyanto, MM menggelar temu lapang dan diskusi dengan para petani di Desa Karang Luh Kecamatan Mojowarno Jombang pada Kamis (3/3) siang. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan simbolis pemotongan hasil tanaman padi yang menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik.

    Hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pertanian Jombang Drs.Suhardi bersama beberapa Camat dan segenap pejabat lingkup Pemkab. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Direktur Utama PT Petrokimia Gresik produsen pupuk bersubsidi Phonska dan Petroganik.

    Bupati Suyanto ketika membuka agenda tersebut membeberkan kemajuan Dinas Pertanian dibanding dengan Dinas lainnya yang saat ini telah memiliki Laboratorium Tanah. “Dinas Pertanian memang lebih maju dari Dinas lain dan bisa membangun Lab Tanah yang dapat mendeteksi kandungan dalam tanah milik masing-masing poktan sehingga kita bisa tahu tanah di Jombang ini banyak mengandung nitrogen atau senyawa lain” tegasnya.

    Pemkab, lanjut Suyanto, wajib memfasilitasi release bibit unggul karena bibit unggul dirasa sangat berpengaruh dalam keberhasilan pertanian. “Kalau bibit yang gagal tapi tetap ditanam, yang salah bukan petaninya tapi Dinas Pertanian karena tidak memberikan keterangan tentang bibit unggul” kata Suyanto.

    Ir Hidayat, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik menjelaskan keunggulan pupuk Phonska dan Petroganik sangat kentara dibanding pupuk lain. Selain mengandung NPK dan S atau Nitrogen, Kalium, Fosfat dan Sulfur yang sangat dibutuhkan oleh tanah bentuk pupuk yang berupa granul sangat mudah larut dalam air.

    “Petrokimia adalah produsen pupuk terbesar di Asia dengan produksi pupuk 5,6 juta ton per tahun. Petroganik adalah pupuk yang dikembangkan Petrokimia bekerjasama dengan 178 investor di Indonesia, di Jatim ada 80 investor dan di Jombang ada 4 yang tersebar di Kecamatan Jombang, Kabuh, Peterongan dan Kudu” jelas Hidayat.

    Lebih lanjut Hidayat mencontohkan gabah yang menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik jumlah per demplot sekitar 9,1 ton per hektar sedangkan yang menggunakan pupuk lain hanya 7,72 ton per hektar. “Jika diselisihkan keuntungan petani sampai 10 juta dan yang menggunakan pupuk lain hanya 7 juta ada selisih keuntungan sebesar 3 juta rupiah” tambah Hidayat.

    Hidayat berharap penyerapan pupuk bersubsidi dapat terserap maksimal di Jombang. Saat ini stok pupuk di Jombang masih aman. Untuk jenis ZA masih tersedia 1300 ton, Phonska 300 ton dan Petroganik 4000 ton.(Dedi SJAM)

    Jombang 3 Maret 2011

    Tim Liputan SJAM

    Rabu, 02 Maret 2011

    208 Milyar Untuk Pembenahan Kompleks Makam Gus Dur

    Rabu (2/3) siang Pemkab Jombang kedatangan tamu dari Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Bidang Koordinasi Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga yakni Sugihartatmo, didampingi Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul yang ditemui langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jombang di ruang Soero Adiningrat.

    Kedatangan rombongan tamu dari pusat dan propinsi ini ke Jombang tak lain adalah untuk mulai menata dan merencanakan pembangunan kompleks makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng Jombang.

    Bupati Jombang mengawali agenda rapat tersebut dengan membeberkan data pembebesan tanah yang sudah mencapai 90%. “Sudah tinggal 10 % lagi dan jangan sampai akses jalan ini mengganggu kenyamanan santri Ponpes dalam menimba ilmu” kata Suyanto.

    Pembebasan lahan yang sudah dilakukan oleh Pemkab Jombang tahun 2010 untuk lahan parkir adalah seluas 13.851 m2 dari total yang harus dibebaskan sekitar 14.176 m2. Sehingga pada tahun 2011 ini tinggal 325 m2.

    Gus Ipul, Wagub Jatim yang memimpin rapat siang itu menegaskan berbagai hal diantaranya penataan kompleks makam Gus Dur yang harus dilaksanakan dengan serius. “Ini sekaligus sebagai tempat wisata religi, reputasi Gus Dur dan Ponpes tebu Ireng sudah tak diragukan lagi karena Gus Dur juga dikenal dan memiliki jaringan dunia internasional, jadi Jombang ini juga jadi panutan internasional” tegasnya disambut ger peserta rapat.

    Sugihartatmo, Deputi Menkokesra RI mengungkapkan Menkokesra belum dapat mewujudkan usulan – usulan secara maksimal. “Namun dengan kebersamaan kita mudah-mudahan bisa terlaksana, nanti perencanaan akan dijelaskan oleh teman-teman di Dinas PU” tegasnya.

    Dalam rapat tersebut juga dipaparkan site plan, atau denah rancangan pembangunan kompleks keseluruhan yang menelan anggaran 208 Milyar rupiah tersebut. Selain pembebasan lahan untuk parkir dan perluasan makam, pembangunan Museum yang rencananya diberi nama Museum Hasyim Ashari juga dibahas oleh Sugeng Gunadi salah satu perancang dari ITS Surabaya.

    “Yang menjadi luar biasa ini kan 3 tokoh nasional dalam 1 lokasi, mulai KH Hasyim Ashari, KH Wakhid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid dan semuanya adalah pahlawan nasional” kata Sugeng. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 2 Maret 2011
    Tim Liputan SJAM

    208 Milyar Untuk Pembenahan Kompleks Makam Gus Dur

    Rabu (2/3) siang Pemkab Jombang kedatangan tamu dari Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Bidang Koordinasi Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga yakni Sugihartatmo, didampingi Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul yang ditemui langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jombang di ruang Soero Adiningrat.

    Kedatangan rombongan tamu dari pusat dan propinsi ini ke Jombang tak lain adalah untuk mulai menata dan merencanakan pembangunan kompleks makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng Jombang.

    Bupati Jombang mengawali agenda rapat tersebut dengan membeberkan data pembebesan tanah yang sudah mencapai 90%. “Sudah tinggal 10 % lagi dan jangan sampai akses jalan ini mengganggu kenyamanan santri Ponpes dalam menimba ilmu” kata Suyanto.

    Pembebasan lahan yang sudah dilakukan oleh Pemkab Jombang tahun 2010 untuk lahan parkir adalah seluas 13.851 m2 dari total yang harus dibebaskan sekitar 14.176 m2. Sehingga pada tahun 2011 ini tinggal 325 m2.

    Gus Ipul, Wagub Jatim yang memimpin rapat siang itu menegaskan berbagai hal diantaranya penataan kompleks makam Gus Dur yang harus dilaksanakan dengan serius. “Ini sekaligus sebagai tempat wisata religi, reputasi Gus Dur dan Ponpes tebu Ireng sudah tak diragukan lagi karena Gus Dur juga dikenal dan memiliki jaringan dunia internasional, jadi Jombang ini juga jadi panutan internasional” tegasnya disambut ger peserta rapat.

    Sugihartatmo, Deputi Menkokesra RI mengungkapkan Menkokesra belum dapat mewujudkan usulan – usulan secara maksimal. “Namun dengan kebersamaan kita mudah-mudahan bisa terlaksana, nanti perencanaan akan dijelaskan oleh teman-teman di Dinas PU” tegasnya.

    Dalam rapat tersebut juga dipaparkan site plan, atau denah rancangan pembangunan kompleks keseluruhan yang menelan anggaran 208 Milyar rupiah tersebut. Selain pembebasan lahan untuk parkir dan perluasan makam, pembangunan Museum yang rencananya diberi nama Museum Hasyim Ashari juga dibahas oleh Sugeng Gunadi salah satu perancang dari ITS Surabaya.

    “Yang menjadi luar biasa ini kan 3 tokoh nasional dalam 1 lokasi, mulai KH Hasyim Ashari, KH Wakhid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid dan semuanya adalah pahlawan nasional” kata Sugeng. (Dedi_SJAM)

    Jombang, 2 Maret 2011
    Tim Liputan SJAM